Amerika Serikat dan Iran dikabarkan semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik selama tiga bulan. Perjanjian itu mencakup isu program nuklir Iran, pembukaan Selat Hormuz, hingga pelonggaran sanksi ekonomi.
Donald Trump mengklaim kesepakatan untuk mengakhiri konflik AS-Iran sudah dekat meski serangan militer dan ketegangan di Timur Tengah masih berlangsung. Prospek perdamaian ini langsung memicu penurunan harga minyak dunia dan perhatian negara-negara besar.
Iran memperingatkan gencatan senjata dengan Amerika Serikat nyaris tak bermakna setelah gelombang serangan terbaru di Timur Tengah. Eskalasi konflik memicu serangan balasan, ancaman penutupan Selat Hormuz, serta kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan pasar energi global.
Konflik Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah saling melancarkan serangan di Timur Tengah. Ketegangan di Selat Hormuz, serangan rudal, hingga lonjakan harga minyak dunia memicu kekhawatiran runtuhnya gencatan senjata yang disepakati sejak April 2026.
Ketegangan Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah serangan balasan yang menyasar fasilitas komunikasi, radar, dan reservoir air di Iran. Insiden ini memicu tuduhan kejahatan perang di tengah krisis air yang semakin parah di negara tersebut.
Para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa peningkatan serangan Israel terhadap Lebanon dan permusuhan yang berkelanjutan di Gaza, berujung pada kegagalan negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.
Iran mengangkat narasi sejarah perlawanan saat dunia menanti potensi kesepakatan dengan AS, usai pernyataan Donald Trump soal akhir konflik dan isu Selat Hormuz.
Prof Bambang Setiaji menyoroti penyebab dunia Islam tertinggal. Ia menilai Muhammadiyah dan Iran menjadi bukti Islam kompatibel dengan kemajuan sains, teknologi, dan industri modern.
Intelijen AS menilai pemimpin tertinggi baru Iran tetap berperan dalam strategi perang dan negosiasi dengan Amerika, meski belum tampil di publik sejak dilaporkan terluka dalam serangan mematikan.
Abbas Araghchi menuju Moskow usai dari Islamabad di tengah ketegangan Iran-AS, saat Donald Trump menunda pembicaraan dan konflik Selat Hormuz masih mengguncang pasar global.