Iran buka suara soal Selat Hormuz! Teheran belum membahas tarif kapal, tetapi pembukaan jalur strategis itu disebut bergantung pada pencabutan blokade AS.
Kemunculan Mojtaba Khamenei di hadapan masyarakat Iran dan dunia amat dinantikan. Pasalnya, sejak ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada Maret 2026 lalu, Mojtaba belum juga menampakkan dirinya ke hadapan publik.
Iran tegaskan Selat Hormuz akan tetap ditutup sampai Amerika Serikat bisa memperbaiki perilakunya serta memenuhi syarat-syarat tertentu, meskipun Teheran dan Oman sudah mendekati kesepakatan mengenai jalur pelayaran sementara.
Benjamin Netanyahu kembali menegaskan sikap keras terhadap Iran. Ia bersumpah Teheran tidak akan memiliki senjata nuklir, dengan atau tanpa kesepakatan diplomatik.
Selat Hormuz belum dibuka! Iran menyebut kesepakatan dengan Oman hampir final, tetapi Teheran menuntut AS memenuhi sejumlah syarat sebelum jalur minyak dunia kembali dibuka.
Setelah melalui penantian yang cukup lama akhirnya Presiden Iran Masoud Pezeshkian bisa bertemu dengan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei. Pertemuan sakral itu beragendakan membahas penghidupan masyarakat dan masa depan negara.
Iran dan Oman hampir mencapai kesepakatan terkait Selat Hormuz, tetapi pembukaan penuh jalur strategis ini masih menunggu konsesi AS. Ketegangan meningkat, pasar minyak dan keamanan energi global ikut jadi sorotan.
Presiden AS Donald Trump meluapkan kekesalannya terhadap Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, karena dianggap telah memberi info menyesatkan terkait stok persenjataan Amerika yang menipis selama perang melawan Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menepis rumor bahwa ia berencana untuk mundur, menyusul rumor yang berembus kencang sejak beberapa hari lalu. Ia menyatakan akan tetap menjabat dan melanjutkan tugasnya.
Kantor Pemimpin Revolusi Islam di Iran menepis sebuah klaim yang beredar luas, mengenai dugaan reaksi Mojtaba Khamenei terhadap surat dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian terkait pengunduran dirinya.
Ketegangan antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan kantor pemimpin tertinggi kini telah mencuat ke publik. Bahkan Pezeshkian tercatat sudah 28 kali mengancam akan mengundurkan diri apabila tidak juga diizinkan bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Sejak diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, keberadaan Mojtaba Khamenei hingga kini masih dirahasiakan. Bahkan dikabarkan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian harus menemuinya secara sembunyi dan hanya diberi waktu beberapa menit saja.