Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 11 Juni 2026
home global news detail berita

AS Kumat Lagi, Ngebom Fasilitas Air Iran Untuk Balas Dendam Setelah Helikopter Apache AS Ditembak Jatuh di Selat Hormuz

sururi al faruq Kamis, 11 Juni 2026 - 07:24 WIB
AS Kumat Lagi, Ngebom Fasilitas Air Iran Untuk Balas Dendam Setelah Helikopter Apache AS Ditembak Jatuh di Selat Hormuz
LANGIT7.ID-Teheran; Amerika Serikat dan Iran kembali terlibat pertempuran paling sengit semalam sejak permusuhan skala penuh dalam perang berkelanjutan AS-Israel melawan Iran yang di mediasi Pakistan 8 April dihentikan melalui gencatan senjata sementara.

Kesepakatan perdamaian yang komprehensif masih sulit dicapai karena Iran dan AS telah saling mengirimkan serangkaian proposal dan kontraproposal dalam beberapa pekan sejak jeda tersebut. Namun, setelah serangkaian eskalasi yang lebih kecil, AS menyerang target-target di Iran menyusul ditembak jatuhnya helikopter Apache AS di dekat Selat Hormuz pada Selasa, dan Iran membalas dengan menyerang pangkalan militer AS di Teluk.

Militer AS mengatakan mereka menargetkan fasilitas komunikasi dan radar. Namun, pejabat Iran mengatakan infrastruktur sipil juga rusak, termasuk dua reservoir air.

Jika benar, ini adalah serangan pertama yang dilaporkan terhadap infrastruktur sipil di Iran dalam beberapa pekan terakhir, tetapi terjadi saat Iran sedang menghadapi kekurangan air yang parah.


Target apa saja yang terkena serangan di Iran?


AS melancarkan serangan gelombang demi gelombang mulai Selasa malam menyusul jatuhnya helikopter di Selat Hormuz. AS menggambarkan serangan tersebut sebagai "serangan bela diri" dan "respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak beralasan".

Meskipun penyelidikan resmi AS mengenai penyebab jatuhnya helikopter tersebut belum selesai, Presiden AS Donald Trump dengan cepat menyalahkan Iran, yang menurutnya sengaja menembak jatuh helikopter itu.

"Saya baru saja diberi tahu oleh Militer Besar kita bahwa tadi malam Iran menembak jatuh salah satu helikopter Apache canggih kita saat sedang berpatroli di atas Selat Hormuz. Ada dua pilot yang terlibat, keduanya selamat dan tidak terluka," tulis Trump di media sosial. "Meskipun demikian, Amerika Serikat harus merespons serangan ini."

Korps Pengawal Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan serangan AS, yang mengenai target-target termasuk Sirik, Jask, Minab, Pulau Qeshm, dan pelabuhan Bandar Abbas, telah menyebabkan kerusakan parah pada menara telekomunikasi di kota Sirik dan menghancurkan dua reservoir air di sana.

Outlet berita WANA Iran melaporkan pada Rabu, mengutip "laporan yang tersedia", bahwa dua reservoir air beton di distrik Bamani, Kabupaten Sirik, Provinsi Hormozgan di Iran selatan, yang berjarak 1.012 km dari ibu kota Teheran, terkena serangan AS.

IRGC mengklaim telah menyerang pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania sebagai pembalasan.


Apakah AS pernah menyerang infrastruktur air Iran sebelumnya?


Ya. Pada 7 Maret, saat rudal melintas di kawasan dalam perang skala penuh antara Iran dan AS-Israel, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menuduh AS menyerang sebuah pabrik desalinasi di Pulau Qeshm, lepas pantai Iran di Selat Hormuz. Serangan itu dilaporkan memutus pasokan air untuk 30 desa.

"Pasokan air di 30 desa terdampak. Menyerang infrastruktur Iran adalah langkah berbahaya dengan konsekuensi serius. AS yang memulai preseden ini, bukan Iran," tulis Araghchi dalam unggahan di X.

Pabrik desalinasi mengubah air laut menjadi air yang layak untuk minum, irigasi, dan keperluan industri. Fasilitas semacam itu sangat kritis di wilayah seperti Teluk, di mana air tawar sangat langka.


Mengapa ini signifikan?


Reservoir yang terkena serangan menyediakan air minum bagi lebih dari 20.000 penduduk di kota Kouhestak dan 10 desa sekitarnya. WANA melaporkan perkiraan awal kerusakan mencapai sekitar Rp12,48–13,28 miliar ($780.000–$830.000).

Iran sebenarnya sudah menghadapi kekeringan selama bertahun-tahun dan penurunan curah hujan sebelum perang AS-Israel melawan Iran dimulai. Setelah bertahun-tahun praktik pertanian yang buruk dan pengelolaan yang keliru, pasokan air utama Iran, termasuk reservoir, sungai, dan cadangan air tanahnya, terus mengering.

Menurut data Aqueduct dari World Resources Institute, yang melacak risiko air global, tekanan air dasar Iran diklasifikasikan sebagai "sangat tinggi" – artinya negara tersebut menggunakan lebih dari 80 persen sumber daya air terbarukannya dalam tahun normal.

Tahun lalu menandai tahun kelima berturut-turut kekeringan bagi Iran. Pada November 2025, krisis air sangat parah sehingga Bendungan Amir Kabir di Teheran hanya menampung 8 persen kapasitasnya, sementara di seluruh negeri, 19 bendungan besar telah mengering.


Apakah ini kejahatan perang?


Isa Bozorgzadeh, juru bicara industri air Iran, mengklaim serangan AS terhadap reservoir air tersebut adalah kejahatan perang, demikian laporan WANA.

Hukum humaniter internasional mengklasifikasikan infrastruktur air, termasuk instalasi air minum, pabrik pengolahan, dan pipa saluran, sebagai properti sipil yang tidak dianggap sebagai target sah selama perang.

Aturan Berlin tentang Sumber Daya Air, yang disusun oleh International Law Association (ILA) dan diadopsi pada tahun 2004, adalah seperangkat prinsip hukum internasional yang tidak mengikat tentang bagaimana negara-negara harus menggunakan, berbagi, dan melindungi air.

Aturan Berlin melarang negara-negara yang berperang untuk menghancurkan instalasi air "jika tindakan tersebut akan menyebabkan penderitaan yang tidak proporsional bagi warga sipil".(*/saf/aljazeera)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 11 Juni 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:17
Maghrib
17:49
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)