LANGIT7.ID-Jakarta; Laga dramatis antara Argentina dan Mesir pada Piala Dunia 2026 tidak hanya menyuguhkan lima gol, tetapi juga diwarnai kontroversi yang memicu protes keras dari kubu Mesir pada menit-menit akhir pertandingan.
Insiden bermula sesaat sebelum Argentina mencetak gol kemenangan pada masa injury time. Dalam proses serangan, para pemain Mesir menilai Alexis Mac Allister melakukan pelanggaran terhadap Fathy di area pertahanan mereka. Namun, wasit memutuskan permainan tetap berlanjut.
Argentina kemudian melancarkan serangan balik cepat. Umpan silang dari sisi kanan disambut Enzo Fernandez dengan sundulan yang bersarang di pojok gawang Mesir pada menit ke-90+2, membawa juara bertahan berbalik unggul 3-2.
Keputusan tersebut langsung memicu reaksi keras dari kubu Mesir. Para pemain mengepung wasit untuk menyampaikan protes, sementara kiper Shobeir diganjar kartu kuning karena dianggap melakukan protes berlebihan.
Situasi semakin memanas ketika salah seorang anggota staf Mesir masuk ke lapangan saat pertandingan masih berlangsung. Tindakannya berujung kartu merah dari wasit.
Ketegangan belum mereda setelah laga kembali dilanjutkan. Fathy juga menerima kartu kuning karena terus melayangkan protes, sementara pelatih Mesir, Hossam Hassan, ikut mendapat kartu kuning setelah menyampaikan keberatannya terhadap keputusan wasit.
Baca juga: Comeback Gila Argentina! Tertinggal 0-2, Juara Bertahan Bangkit Tekuk Mesir 3-2Meski sempat diwarnai perdebatan, pertandingan akhirnya tetap berakhir dengan kemenangan 3-2 untuk Argentina. Bagi Mesir, hasil tersebut terasa semakin menyakitkan karena mereka sempat unggul dua gol sebelum akhirnya gagal mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.
Kontroversi pada proses terciptanya gol penentu pun diperkirakan menjadi salah satu momen yang paling banyak diperbincangkan dari duel dramatis Argentina kontra Mesir di Piala Dunia 2026.
(lam)