Trump hadapi tekanan Kongres AS soal perang Iran jelang tenggat 1 Mei. Gencatan senjata diperpanjang, tapi eskalasi militer dan celah hukum jadi sorotan utama.
Kegagalan Donald Trump dalam konflik IranASIsrael memicu perubahan opini publik Indonesia, dari meningkatnya skeptisisme terhadap Amerika hingga penguatan simpati pada Iran dan Palestina.
Iran memastikan tidak ada kemungkinan untuk membuka Selat Hormuz menyusul terjadinya pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Trump klaim perjanjian nuklir baru dengan Iran akan jauh lebih baik dari JCPOA 2015. Namun pakar sebut tuntutan nol persen pengayaan dan pembatasan rudal Iran sulit disepakati.
Presiden AS Donald Trump dilaporkan telah mengalihkan dana patungan Board of Peace (BOP) sebesar USD17 miliar atau sekira Rp291 miliar yang seharusnya dialokasikan untuk Jalur Gaza, ke rezim Israel.
Perang Iran memicu sinyal pergeseran kekuatan global, dari dominasi Amerika hingga munculnya alternatif sistem baru. Analisis pakar ungkap dampak militer, ideologi, dan geopolitik dunia.
Pihak militer Iran memperingatkan pada 15 April bahwa mereka akan memblokir perdagangan melalui Laut Merah, bersama dengan Teluk dan Laut Oman, apabila blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran terus berlanjut.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran memicu dorongan agar Indonesia bersikap tegas menolak penggunaan wilayah udara demi menjaga prinsip kemanusiaan dan perdamaian dunia.
Telah dipastikan bahwa perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung selama 21 jam menemui jalan buntu alias gagal. Ada dua poin penting yang menjadi penghalang untuk terbentuknya kesepakatan.
Tidak butuh waktu lama bagi Presiden AS Donald Trump untuk merespons gagalnya perundingan dengan Iran. Lagi-lagi dengan ancaman, Trump mengumumkan bahwa angkatan laut AS akan memulai proses memblokir semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.
Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) menemui jalan buntu alias gagal mencapai kesepakatan setelah pembicaraan 21 jam dilakukan di Islamabad, Pakistan yang dimulai sejak Sabtu, 11 April.