Selat Hormuz belum dibuka! Iran menyebut kesepakatan dengan Oman hampir final, tetapi Teheran menuntut AS memenuhi sejumlah syarat sebelum jalur minyak dunia kembali dibuka.
Setelah melalui penantian yang cukup lama akhirnya Presiden Iran Masoud Pezeshkian bisa bertemu dengan Pemimpin Revolusi Islam, Ayatollah Seyed Mojtaba Khamenei. Pertemuan sakral itu beragendakan membahas penghidupan masyarakat dan masa depan negara.
Iran dan Oman hampir mencapai kesepakatan terkait Selat Hormuz, tetapi pembukaan penuh jalur strategis ini masih menunggu konsesi AS. Ketegangan meningkat, pasar minyak dan keamanan energi global ikut jadi sorotan.
Presiden AS Donald Trump meluapkan kekesalannya terhadap Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, karena dianggap telah memberi info menyesatkan terkait stok persenjataan Amerika yang menipis selama perang melawan Iran.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian menepis rumor bahwa ia berencana untuk mundur, menyusul rumor yang berembus kencang sejak beberapa hari lalu. Ia menyatakan akan tetap menjabat dan melanjutkan tugasnya.
Kantor Pemimpin Revolusi Islam di Iran menepis sebuah klaim yang beredar luas, mengenai dugaan reaksi Mojtaba Khamenei terhadap surat dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian terkait pengunduran dirinya.
Ketegangan antara Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan kantor pemimpin tertinggi kini telah mencuat ke publik. Bahkan Pezeshkian tercatat sudah 28 kali mengancam akan mengundurkan diri apabila tidak juga diizinkan bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei.
Sejak diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, keberadaan Mojtaba Khamenei hingga kini masih dirahasiakan. Bahkan dikabarkan, Presiden Iran Masoud Pezeshkian harus menemuinya secara sembunyi dan hanya diberi waktu beberapa menit saja.
Kini giliran Ukraina yang kena semprot Iran dan minta pertanggungjawaban. Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi menyatakan tidak menerima pembelaan diri Ukraina yang menyebut serangan terhadap kapal komersial Iran sebagai tindakan yang tidak disengaja.
Ketegangan Iran dan Amerika Serikat kembali memuncak. Serangan rudal, ancaman Donald Trump, hingga penolakan Iran membuka Selat Hormuz memicu kekhawatiran konflik besar baru yang dapat mengguncang Timur Tengah.
Angkatan bersenjata Iran menyatakan dengan tegas bahwa tidak akan membiarkan ekspor minyak, bahkan satu tetes pun, melalui Selat Hormuz apabila Amerika Serikat (AS) melakukan hal-hal sebagai berikut.
Kemenangan tim nasional Spanyol di Piala Dunia 2026 bukan hanya membawa kegembiraan bagi negara tersebut, melainkan juga bagi masyarakat seluruh dunia yang menentang maupun mengkritik AS dan Israel.