LANGIT7.ID-, Teheran - Ketegangan antara
Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan kantor pemimpin tertinggi kini telah mencuat ke publik. Bahkan Pezeshkian tercatat sudah 28 kali mengancam akan mengundurkan diri apabila dirinya tidak juga diizinkan untuk bertemu dengan Pemimpin Tertinggi Iran,
Mojtaba Khamenei.
Dari berbagai sumber, kantor Khamenei baru menyetujuinya setelah Pezeshkian berulang kali memintanya dan mengancam akan mengundurkan diri. Selain itu sang presiden juga diberitahu bahwa berbeda dari prosedur biasanya, ia tidak akan diterima di kediaman resmi sang pemimpin.
Sebaliknya, tim pengawalnya mengantar Pezeshkian ke sebuah lokasi yang dirahasiakan di suatu tempat di Teheran. Di sana, ia dipindahkan dari kendaraannya sendiri ke kursi belakang sebuah mobil komersial berkaca gelap, tempat Khamenei rupanya sudah menunggu.
Baca juga: Presiden Iran Akhirnya Bertemu Mojtaba Khamenei, Secara Sembunyi dan Sangat SingkatSuasana di lokasi itu cukup gelap sehingga kedua pria tersebut tidak dapat saling melihat, dan para pengawal Khamenei tidak mengizinkan adanya jabat tangan. Percakapan pun berlangsung hanya melalui suara.
Perlakuan tersebut kabarnya membuat Pezeshkian marah karena ia menganggapnya sebagai tindakan yang mempermalukan dirinya.
Menurut orang-orang di kantor kepresidenan, ia belakangan sempat bertanya apakah sosok di sampingnya itu benar-benar sang Pemimpin Tertinggi, mengingat ia hanya mendengar suara di tengah kegelapan.
Sementara itu, dalam sebuah video yang beredar di media sosial pada hari Senin, Mohammad Bagher Kharrazi yaitu kerabat keluarga Khamenei melalui ikatan pernikahan menyatakan bahwa pemimpin baru tersebut telah memberikan peringatan resmi yang berbunyi: pengunduran diri Pezeshkian berikutnya, setelah 28 kali ancaman atau upaya serupa, akan menjadi yang terakhir kalinya.
"Dia menyatakannya secara resmi," kata Kharrazi, "dan itulah sebabnya mereka berkemas, melunakkan sikap, serta berhenti mengancam akan mundur."
Peringatan tersebut selaras dengan pemberitaan Iran International sebelumnya. Sebuah sumber yang mengetahui masalah ini mengungkapkan pada akhir Mei bahwa Pezeshkian telah mengirimkan surat resmi kepada kantor Pemimpin Tertinggi untuk mengajukan pengunduran diri, sebuah langkah yang didorong oleh apa yang disebut presiden sebagai kendali penuh Garda Revolusi atas jalannya pemerintahan negara.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Harapan Baru di Tengah Konflik Besar Timur TengahDengan demikian, seorang presiden yang tidak dapat mengundurkan diri sesungguhnya mengabdi kepada pemimpin yang tidak dapat ia lihat.
Seperti diketahui, Mojtaba Khamenei ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya, Ali Khamenei yang tewas akibat serangan Amerika Serikat 28 Februari 2026 lalu.
Sejak penunjukan tersebut, sosok Mojtaba Khamenei tak pernah terlihat, tak terdengar, dan tak tercatat. Ia adalah seorang penguasa yang hanya pernah ditemui oleh presidennya sendiri sebanyak satu kali, dalam kegelapan, hingga sang presiden pun tidak bisa benar-benar yakin apakah pertemuan itu sungguh pernah terjadi.
Bahkan para pejabat senior pemerintah sendiri tidak memberikan keterangan yang seragam.
"Saya tidak melihat Mojtaba Khamenei selama periode ini, dan hanya segelintir orang yang pernah bertemu dengannya," ujar Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dalam sebuah wawancara pada bulan Juli dengan program daring "The Story of the War".
(lsi)