LANGIT7.ID-, Teheran - Sejak diangkat sebagai Pemimpin Tertinggi Iran menggantikan ayahnya yang tewas akibat serangan Amerika Serikat, keberadaan
Mojtaba Khamenei hingga kini masih dirahasiakan. Bahkan dikabarkan,
Presiden Iran Masoud Pezeshkian harus menemuinya secara sembunyi dan hanya diberi waktu beberapa menit saja.
Menurut sejumlah sumber kepada Iran International,
Masoud Pezeshkian dibawa ke sebuah lokasi rahasia di Teheran dan hanya diberi waktu beberapa menit di dalam mobil yang gelap dengan kaca jendela berwarna gelap bersama seorang pria yang diperkenalkan sebagai Mojtaba Khamenei.
Sumber itu menambahkan, Pezeshkian tidak dapat melihat sosok pria di sampingnya dan belakangan sempat bertanya apakah suara yang didengarnya itu benar-benar berasal dari sang pemimpin tertinggi.
Keterangan mereka mengenai satu-satunya pertemuan yang diketahui antara Pezeshkian dan pemimpin tertinggi ketiga Republik Islam Iran tersebut sangat berbeda dengan versi yang disampaikan sang presiden di hadapan publik.
Pada pertengahan Mei, Pezeshkian mengatakan kepada sekelompok perwakilan asosiasi perdagangan bahwa ia telah menghabiskan waktu dua setengah jam bersama pemimpin baru tersebut dalam "suasana yang hangat."
Baca juga: Tak Tampak di Pemakaman Sang Ayah, Keberadaan Mojtaba Khamenei Masih MisteriNamun, sumber-sumber Iran International menyatakan bahwa pertemuan itu hanya berlangsung beberapa menit, setelah itu presiden diminta untuk pergi.
Pertemuan itu sendiri merupakan sebuah konsesi yang diperoleh di bawah tekanan. Menurut berbagai sumber, kantor Khamenei baru menyetujuinya setelah
Pezeshkian berulang kali memintanya dan mengancam akan mengundurkan diri. Selain itu sang presiden juga diberitahu bahwa berbeda dari prosedur biasanya, ia tidak akan diterima di kediaman resmi sang pemimpin.
Sebaliknya, tim pengawalnya mengantar dia ke sebuah lokasi yang dirahasiakan di suatu tempat di Teheran. Di sana, ia dipindahkan dari kendaraannya sendiri ke kursi belakang sebuah mobil komersial berkaca gelap, tempat Khamenei rupanya sudah menunggu.
Suasana di lokasi itu cukup gelap sehingga kedua pria tersebut tidak dapat saling melihat, dan para pengawal Khamenei tidak mengizinkan adanya jabat tangan. Percakapan pun berlangsung hanya melalui suara.
Perlakuan tersebut kabarnya membuat Pezeshkian marah karena ia menganggapnya sebagai tindakan yang mempermalukan dirinya. Menurut orang-orang di kantor kepresidenan, ia belakangan sempat bertanya apakah sosok di sampingnya itu benar-benar sang Pemimpin Tertinggi, mengingat ia hanya mendengar suara di tengah kegelapan.
Tidak jelas apakah pernyataan tersebut merupakan ungkapan kemarahan atau keraguan yang tulus. Sejak saat itu, Pezeshkian telah meminta pertemuan kedua, kali ini di kediaman sang pemimpin. Namun, hingga kini permintaan tersebut ditolak.
Pemimpin yang Tak Pernah TerlihatKetidakpastian yang dialami presiden ini terjadi di tengah situasi negara yang belum pernah melihat maupun mendengar sosok pemimpin barunya.
Dalam kurun waktu sekira lima bulan sejak Majelis Ahli memilih Mojtaba Khamenei untuk menggantikan ayahnya, tidak ada satu pun rekaman suara atau video dirinya yang dirilis ke publik.
Baca juga: Puluhan Juta Orang Bakal Hadir di Upacara Pemakaman Ali Khamenei, Tapi Tidak Mojtaba KhameneiKeheningan tersebut telah menjadi topik pembahasan di kalangan media Iran yang berafiliasi dengan negara.
Sementara itu, pada hari Minggu, situs web surat kabar Hamshahri menayangkan video singkat yang mengklaim bahwa badan intelijen asing dapat melacak rekaman suara
Mojtaba Khamenei dan menemukan lokasi persembunyiannya dengan cara mengukur energi akustik, menganalisis karakteristik frekuensi jaringan listrik, serta memeriksa kebisingan latar belakang.
Video itu juga menyebutkan bahwa badan intelijen dapat menganalisis resonansi saluran vokal untuk menentukan tingkat keparahan cedera atau tingkat kecemasannya, sebuah klaim yang justru memicu, bukannya meredam, spekulasi mengenai kondisinya.
Penilaian dunia internasional pun sangat beragam dan saling bertolak belakang. Tiga minggu lalu, Presiden AS Donald Trump memperkirakan adanya kemungkinan 90 persen bahwa Mojtaba Khamenei telah tewas. Sementara itu, Perdana Menteri Israel baru-baru ini menyatakan bahwa ia masih hidup.
Baca juga: Mojtaba Khamenei Berjanji Akan Balas Kematian Sang AyahBahkan para pejabat senior pemerintah sendiri tidak memberikan keterangan yang seragam.
"Saya tidak melihat Mojtaba Khamenei selama periode ini, dan hanya segelintir orang yang pernah bertemu dengannya," ujar Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dalam sebuah wawancara pada bulan Juli dengan program daring "The Story of the War".
Sehari kemudian, Pezeshkian menyatakan dalam pidatonya bahwa frekuensi pertemuan dengan sang pemimpin telah meningkat. (*/lsi/IranInternational)
Baca juga: Mojtaba Khamenei Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Harapan Baru di Tengah Konflik Besar Timur Tengah
(lsi)