LANGIT7.ID-, Teheran -
Mojtaba Khamenei memang tidak pernah muncul ke publik sejak dirinya ditetapkan sebagai Pemimpin Tertinggi Iran, menggantikan sang ayah,
Ali Khamenei yang tewas akibat serangan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu. Namun begitu, Mojtaba layangkan ancaman serius dan akan membalas kematian sang ayah.
Dalam sebuah pesan yang dibacakan pada upacara
pemakaman Ali Khamenei, Mojtaba mengatakan bahwa membalas kematian ayah merupakan tuntutan bangsa dan pasti harus dilakukan. Melansir laporan penyiaran pemerintah Iran, IRIB.
"Kami berjanji untuk membalas darah Anda yang tak berdosa serta seluruh para syuhada dalam dua perang ini dari para pembunuh yang kriminal dan tidak terhormat," kata
Mojtaba Khamenei dalam pesannya melansir
Anadolu, Senin (13/7/2026).
Ali Khamenei telah dimakamkan pada Jumat (10/7) pagi, waktu setempat di Makam Imam Reza di Kota Mashhad, Iran timur laut. Sebelum dimakamkan, telah digelar prosesi pemakaman selama sepekan.
Baca juga: Seruan Balas Dendam Menggema di Pemakaman Ali Khamenei, Para Pelayat Incar Nyawa TrumpDiperkirakan puluhan juta orang menghadiri pemakaman Khamenei. Mereka tidak hanya hadir untuk menyampakian bela sungkawa, namun juga tampak di antaranya meluapkan emosi dan berseru untuk membalas dendam kematian pemimpin mereka. Bahkan tampak beberapa spanduk serta poster terbentang di sana, yang berisi pesan akan menghabiskan nyawa
Presiden AS Donald Trump.
Sementara itu berdasarkan laporan The Wall Street Journal pada Kamis, Israel baru-baru ini membagikan intelijen kepada AS yang menuduh Iran menyusun rencana baru untuk membunuh Presiden AS Donald Trump.
Dalam unggahan di platform Truth Social pada Jumat, Trump mengancam akan meluncurkan ribuan rudal ke Iran jika Teheran mencoba membunuhnya.
Bahkan selama proses pemakaman berlangsung, Amerika melancarkan serangan ke Iran dengan alasan sebagai langkah balasan lantaran Iran lebih dahulu menyerang tiga kapal tanker yang mencoba melintasi Selat hormuz.
Seperti diketahui, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang dimediasi Pakistan untuk mengakhiri perang yang dimulai pada akhir Februari serta membuka jalan menuju perjanjian damai yang lebih permanen.
Baca juga: Selat Hormuz Ditutup, Iran Pastikan Tiap Agresi Amerika Akan Dibalas Lebih KerasNota kesepahaman tersebut menyerukan penghentian segera pertempuran di semua front, pencabutan blokade laut AS terhadap Iran, serta pembukaan kembali
Selat Hormuz.
Meski ada kesepahaman, kedua pihak kembali saling melancarkan serangan pekan ini terkait lalu lintas pelayaran komersial di Selat Hormuz.
AS menyerang sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan menargetkan aset-aset AS di berbagai wilayah kawasan.
(lsi)