LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Ali Khamenei merupakan sosok yang memberi inspirasi besar dalam sejarah modern. Khususnya bagi rakyat Iran maupun dunia, Khamenei mewarisi perjuangan, kemandirian dan perlawanan yang akan terus dikenang.
Nama Ali Khamenei dikenal sebagai seorang politikus dan ulama Syiah Iran yang menjabat sebagai pemimpin tertinggi Iran dari tahun 1989, hingga pembunuhannya pada tahun 2026.
Sebelumnya, ia menjabat sebagai presiden Iran dari tahun 1981 hingga 1989.
Khamenei memulai menutut ilmu dan memulai perjuangan melawan kezaliman pada 1960-an hingga 1970-an. Ia sangat aktif berjuang melawan Dinasti Pahlavi hingga pemerintah Pahlavi menangkapnya enam kali, karena dianggap mengancam keberadaan rezim saat itu.
Pada tahun 1979, Khamenei berdiri di garis depan Revolusi Islam Bersama Imam Khomeini (ra) dan juga rakyat Iran hingga berbuah kemenangan. Dinasti Pahlavi pun runtuh.
Khamenei kemudian menjadi anggota Dewan Revolusi, Imam Salat Jumat Teheran, dan Wakil Menteri Pertahanan. Lalu ia menjadi wakil Teheran di Majelis Permusyawaratan Islam untuk satu periode, dan terpilih sebagai Presiden Iran pada tahun 1981. Jabatan ini didapuk Khamenei hingga dua periode.
Baca juga: Iran Tutup Masa Berkabung Nasional dengan Pemakaman Ayatollah KhameneiKala menjabat sebagai presiden, Ia dihadapkan dengan kondisi sulit pascarevolusi dan awal perang. Bahkan ayah dari Mojtaba Khamenei ini sempat menjadi target percobaan pembunuhan.
Khamenei lolos dari upaya pembunuhan oleh Mujahedin-e Khalq ketika sebuah bom, yang disembunyikan di dalam perekam kaset, meledak di sampingnya.
Insiden itu menyebabkan cedera serius dan membutuhkan waktu perawatan beberapa bulan. Lengan, pita suara, dan paru-paru Khamenei mengalami cedera serius dan bahkan permanen. Khamenei kehilangan fungsi lengan kanannya.
Tahun 1980-1988, Khamenei memimpin bangsa menghadapi perang. Disebutkan, ia menghadapi situasi tersebut dengan keberanian, kebijaksanaan, dan keteguhan yang luar biasa.
Baca juga: Tak Tampak di Pemakaman Sang Ayah, Keberadaan Mojtaba Khamenei Masih MisteriKemudian pada tahun 1989, Khamenei ditunjuk oleh Imam Khomeini (ra) sebagai Pemimpin Tertinggi yang mengemban manah besar rakyat Iran. Selama menjabat, Ia memimpin negara dengan kebijakan, kemandirian, dan kemajuan serta menjadi "suara" bagi bangsa-bangsa yang tertindas.
Bahkan Majalah Forbes menempatkan Khamenei ke-18 dalam daftar orang paling berkuasa di dunia pada tahun 2015.
Silsilah Ali KhameneiAli Khamenei merupakan anak kedua dari delapan bersaudara. Ayahnya yaitu Javad Khamenei, seorang ulama dan mujtahid yang lahir di Najaf, Irak. Lalu ibunya, Khadijeh Mirdamadi, putri Hashem Mirdamadi.
Khamenei lahir pada 19 April 1939 di Mashhad, Iran. Keluarganya begitu religius serta amat mencintai ilmu dan Islam.
Ia menyatakan bahwa ibunya berasal dari keluarga ulama dan pendidikan agama membentuk masa kecilnya. Khamenei mencatat prestasi gemilang dalam studi, melafalkan Al-Quran di sekolah, dan mengembangkan minat awal pada hadis dan kisah-kisah kenabian.
Baca juga: Diiringi Ribuan Pelayat dan Serangan AS, Ali Khamenei Dimakamkan di Samping Leluhurnya di MashhadDisebutkan bahwa Khamenei memiliki minat intelektual yang luas di luar bidang studi agama, termasuk matematika, geografi, dan terutama sejarah.
Istri Ali Khamenei yakni Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh. Pernikahan Khamenei dan Mansoureh dikaruniai enam anak, termasuk salah satunya Mojtaba Khamenei yang kini menggantikan posisinya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran.
(lsi)