LANGIT7.ID-, Teheran - Tiga putra mendiang
Ayatollah Ali Khamenei yaitu Mostafa, Meysam, dan Masoud Khamenei tampak hadir di prosesi pemakaman sang ayah pada hari kedua, namun tidak
Mojtaba Khamenei. Apakah karena alasan keamanan atau ada penyebab lain yang membuat Mojtaba absen?
Televisi Iran menayangkan bagaimana Mostafa, Meysam, dan Masoud Khamenei berdoa di belakang peti mati yang diletakkan di halaman luas Mosalla Agung Imam Khomeini, sebuah kompleks keagamaan besar di Teheran. Ini merupakan penampilan publik mereka yang jarang terjadi.
Selain peti Ayatollah Ali Khamenei, ada empat peti lain yakni putrinya, menantu laki-lakinya, menantu perempuannya, dan cucu perempuannya yang berusia 14 bulan yang tewas bersamaan akibat serangan Amerika Serikat (AS) pada 28 Februari 2026 lalu, hari dimulainya perang AS-Israel terhadap Iran.
Ketidakhadiran
Mojtaba Khamenei dalam upacara pemakaman sempat diinformasikan sebelumnya, karena bahaya ancaman Israel terhadap pemimpin baru Iran tersebut.
Sebenarnya ini bukan kali pertama Mojtaba tidak muncul ke publik pada momen besar. Ia tidak pernah terlihat atau terdengar kabarnya di depan umum sejak penunjukannya sebagai Pemimpin Tertinggi pada bulan Maret, menggantikan sang ayah. Keputusan ini yang menurut banyak analis diambil demi keselamatannya.
"Ribuan orang berdatangan untuk memberikan penghormatan terakhir... mereka membawa bendera Iran serta bendera merah yang melambangkan seruan untuk pembalasan," lapor Tohid Asadi dari AlJazeera di Teheran, dikutip Jumat (10/7/2027).
Baca juga: Diiringi Ribuan Pelayat dan Serangan AS, Ali Khamenei Dimakamkan di Samping Leluhurnya di Mashhad"Masyarakat menyerukan pembalasan atas darah sang Pemimpin Tertinggi. Seruan 'Mampuslah Amerika' dan 'Mampuslah Israel' terdengar di tengah kerumunan massa."
Sementara itu, Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth sempat mengatakan pada Maret lalu bahwa Mojtaba Khamenei kemungkinan telah "terluka dan kemungkinan cacat". Hal ini akibat serangan yang sama pada 28 Februari lalu, yang juga menewaskan ayahnya.
Informasi lainnya, mengutip
CBC News, Mojtaba mengalami luka parah dalam serangan yang menewaskan ayah dan anggota keluarganya yang lain pada 28 Februari itu, saat Israel dan AS membom target-target Iran di awal perang.
Baca juga: Puluhan Juta Orang Bakal Hadir di Upacara Pemakaman Ali Khamenei, Tapi Tidak Mojtaba KhameneiWajah Mojtaba mengalami kerusakan parah dan ia menderita cedera serius pada salah satu atau kedua kakinya, menurut keterangan orang-orang yang dekat dengan lingkaran dalamnya.
"Menghindari kemunculan di depan umum juga menghalangi proyeksi gambaran kerentanan pada saat negara sedang mencoba untuk menunjukkan ketahanan, persatuan, dan kekuatan," kata pengamat Center for International Policy ke majalah Time.
Setelah pembunuhan ayahnya pada awal perang, lanjutnya, Pemimpin Tertinggi yang baru akan menjadi salah satu target bernilai tertinggi bagi Israel, sehingga membuat penampilan publik menjadi berisiko.
Mojtaba Hadapi Ancaman KematianIsrael mengancam akan membunuh Mojtaba. Melansir
CBC News, Jumat (10/7) alasan ancaman tersebut karena Mojtaba memimpin sebuah pemerintahan teokrasi yang kini bernegosiasi dengan Amerika Serikat mengenai pengakhiran permanen perang, dan mengenai Iran yang mencekik lalu lintas melalui Selat Hormuz, serta mengganggu pasokan energi global.
Seorang pelayat yang kecewa mengatakan ia berharap dapat melihat pemimpin tertinggi baru tersebut selama acara pemakaman.
"Sampai saat-saat terakhir, sebelum doa dimulai, saya terus mengatakan kepada orang-orang di sekitar saya bahwa saya berharap [Mojtaba] sendiri akan datang. Itu satu-satunya harapan kami," kata seorang wanita muda yang mengenakan riasan dan kacamata hitam kepada kantor berita semi-resmi Tasnim dalam sebuah wawancara.
Baca juga: Iran Tegaskan Serangan Amerika Tak Pengaruhi Prosesi Pemakaman Khamenei
(lsi)