LANGIT7.ID-, Teheran - Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa tidak ada kekuatan asing yang memiliki peran di
Selat Hormuz.
Peringatan keras juga berlaku terhadap setiap campur tangan baru
Amerika Serikat (AS) di jalur perairan strategis tersebut akan memicu respons tegas, dan membahayakan proses pemulihan lalu lintas maritim yang sedang berlangsung.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis pada hari Kamis (9/7), Angkatan Laut IRGC memuji bangsa
Iran atas partisipasi luar biasa jutaan pelayat dalam upacara pemakaman Pemimpin Revolusi Islam yang gugur sebagai syahid, Ayatollah Seyed Ali Khamenei. Melansir media Iran, Tasnim, Jumat (10/7/2026).
Angkatan Laut IRGC juga mengapresiasi Angkatan Bersenjata Iran karena telah memberikan respons telak terhadap serangan terbaru AS, seraya menyatakan bahwa tindakan balasan tersebut membuktikan bahwa "hasil pertempuran tidak ditentukan oleh jumlah senjata, melainkan oleh kekuatan iman."
Baca juga: Gara Gara Iran dan Amerika Kembali Berperang, Lalu Lintas di Selat Hormuz Merosot DrastisIRGC menyatakan telah mengukuhkan kendali atas Selat Hormuz. Tak hanya itu, mereka juga menjamin keamanan selama dua minggu terakhir, sehingga memungkinkan pembukaan kembali jalur pelayaran vital tersebut secara bertahap.
Menurut pernyataan tersebut, lalu lintas maritim yang melintasi selat itu kini telah mencapai sekira 50 persen dari tingkat sebelum perang, dengan kapasitas yang terus meningkat bagi kapal-kapal yang mematuhi peraturan keamanan yang ditetapkan oleh Republik Islam dan memperoleh izin lintas dari Angkatan Laut IRGC.
Pasukan tersebut menegaskan bahwa pihak luar tidak memiliki hak atas wilayah ini ataupun Selat Hormuz, seraya memperingatkan bahwa setiap upaya militer AS untuk campur tangan dalam pengaturan lalu lintas maritim tidak hanya akan dibalas dengan respons yang melumpuhkan, tetapi juga akan sangat mengganggu pembukaan kembali jalur air tersebut secara bertahap, serta membahayakan kepentingan negara-negara yang bergantung pada selat itu untuk perdagangan internasional.
Baca juga: Amerika Cegah 13 Negara Hadiri Pemakaman Khamenei di Iran Melalui Kampanye DiplomatikPernyataan ini muncul setelah Iran melancarkan serangkaian operasi balasan terhadap aset militer AS di kawasan tersebut menyusul serangan baru Amerika terhadap wilayah Iran.
Pada Kamis pagi, IRGC mengumumkan bahwa pasukan angkatan laut dan kedirgantaraannya telah melaksanakan operasi gabungan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang menyasar infrastruktur vital di pangkalan Arifjan dan Ali al-Salem di Kuwait, serta pangkalan Juffair dan Sheikh Isa di Bahrain.
Mereka juga memperingatkan bahwa agresi AS lebih lanjut akan memicu serangan yang lebih luas terhadap instalasi militer Amerika di seluruh kawasan tersebut.
Baca juga: Amerika Ingkar Janji, Tetap Serang Iran Saat Upacara Pemakaman Ali Khamenei Berlangsung(lsi)