Sedikitnya delapan personel Angkatan Darat dan Angkatan Laut Iran dilaporkan tewas akibat serangan udara Amerika Serikat yang terjadi pada Rabu (8/7/2026).
Kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik disambut positif oleh banyak negara dunia. Sejumlah pemimpin internasional berharap langkah ini membuka jalan menuju perdamaian Timur Tengah, stabilitas energi global, dan keamanan Selat Hormuz.
Amerika Serikat dan Iran dikabarkan semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik selama tiga bulan. Perjanjian itu mencakup isu program nuklir Iran, pembukaan Selat Hormuz, hingga pelonggaran sanksi ekonomi.
Iran mengangkat narasi sejarah perlawanan saat dunia menanti potensi kesepakatan dengan AS, usai pernyataan Donald Trump soal akhir konflik dan isu Selat Hormuz.
Krisis Selat Hormuz 2026 picu lonjakan harga minyak dan tekanan ekonomi Indonesia. Prof. Euis Amalia tawarkan solusi ekonomi syariah melalui zakat, wakaf, dan sukuk untuk ketahanan nasional.
Iran memastikan tidak ada kemungkinan untuk membuka Selat Hormuz menyusul terjadinya pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Pihak militer Iran memperingatkan pada 15 April bahwa mereka akan memblokir perdagangan melalui Laut Merah, bersama dengan Teluk dan Laut Oman, apabila blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran terus berlanjut.
Telah dipastikan bahwa perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung selama 21 jam menemui jalan buntu alias gagal. Ada dua poin penting yang menjadi penghalang untuk terbentuknya kesepakatan.
Ada hampir 800 kapal terjebak di Selat Hormuz selama beberapa minggu. Jika dikaitkan dengan durasi gencatan senjata yang hanya dua minggu, maka hal ini menimbulkan ketidakpastian bagi kapal.
Analisis gencatan senjata AS-Iran: Donald Trump tunda serangan ke Iran selama dua minggu demi pembukaan Selat Hormuz. Apakah ini tanda kemenangan Iran atau strategi politik?
Iran dan Oman diizinkan untuk memungut biaya pada kapal yang melintasi Selat Hormuz, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu. Pungutan ini termasuk dalam proposal Iran dalam upaya mengakhiri perang dengan Israel dan Amerika Serikat.