Krisis Selat Hormuz 2026 picu lonjakan harga minyak dan tekanan ekonomi Indonesia. Prof. Euis Amalia tawarkan solusi ekonomi syariah melalui zakat, wakaf, dan sukuk untuk ketahanan nasional.
Iran memastikan tidak ada kemungkinan untuk membuka Selat Hormuz menyusul terjadinya pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Pihak militer Iran memperingatkan pada 15 April bahwa mereka akan memblokir perdagangan melalui Laut Merah, bersama dengan Teluk dan Laut Oman, apabila blokade angkatan laut Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran terus berlanjut.
Telah dipastikan bahwa perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung selama 21 jam menemui jalan buntu alias gagal. Ada dua poin penting yang menjadi penghalang untuk terbentuknya kesepakatan.
Ada hampir 800 kapal terjebak di Selat Hormuz selama beberapa minggu. Jika dikaitkan dengan durasi gencatan senjata yang hanya dua minggu, maka hal ini menimbulkan ketidakpastian bagi kapal.
Analisis gencatan senjata AS-Iran: Donald Trump tunda serangan ke Iran selama dua minggu demi pembukaan Selat Hormuz. Apakah ini tanda kemenangan Iran atau strategi politik?
Iran dan Oman diizinkan untuk memungut biaya pada kapal yang melintasi Selat Hormuz, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu. Pungutan ini termasuk dalam proposal Iran dalam upaya mengakhiri perang dengan Israel dan Amerika Serikat.
Presiden Donald Trump menegaskan perang dengan Iran diperlukan demi keamanan dunia di tengah melonjaknya harga minyak dan penutupan Selat Hormuz. Sementara itu, Iran mengklaim 7 juta warga mendaftar wajib militer saat serangan udara menghantam lokasi rudal di Isfahan.
Pemerintah berhasil amankan jalur pelintasan kapal Pertamina Pride dan Gamsunoro di Selat Hormuz melalui jalur diplomasi dengan Iran. Keselamatan awak kapal menjadi prioritas utama di tengah upaya diversifikasi sumber impor minyak mentah nasional.
Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menyatakan bahwa kapal-kapal Malaysia kini telah diizinkan untuk melintasi Selat Hormuz setelah adanya komunikasi intensif dengan sejumlah negara di kawasan, termasuk Iran.