LANGIT7.ID-, Teheran - Pihak militer
Iran memperingatkan pada 15 April bahwa mereka akan memblokir perdagangan melalui
Laut Merah, bersama dengan Teluk dan Laut Oman, apabila blokade angkatan laut
Amerika Serikat (AS) terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran terus berlanjut.
Dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran, kepala pusat komando militer mengatakan bahwa jika AS melanjutkan blokade dan "menciptakan ketidakamanan bagi kapal-kapal dagang dan tanker minyak Iran hal itu juga akan menjadi pendahuluan untuk melanggar gencatan senjata, melansir The Straits Time, Kamis (16/4/2026).
"Angkatan bersenjata Republik Islam yang kuat tidak akan membiarkan ekspor atau impor apa pun berlanjut di Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah," kata Mayor Jenderal Ali Abdollahi.
Ia menambahkan bahwa Iran akan bertindak tegas untuk mempertahankan kedaulatan nasional dan kepentingannya.
Amerika Serikat telah memberlakukan blokade angkatan laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran sejak 13 April, setelah pembicaraan AS-Iran pada akhir pekan di Pakistan gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengakhiri perang.
Baca juga: Trump Ancam Blokir Selat Hormuz Usai Negosiasi Gagal dan Iran Tolak Sepakat dengan AmerikaNamun, data pelacakan maritim pada 14 April menunjukkan bahwa beberapa kapal yang berlayar dari pelabuhan Iran telah melintasi
Selat Hormuz, meskipun ada blokade.
Pada 15 April, kantor berita Tasnim Iran mengutip sumber-sumber anonim yang menyatakan bahwa pengiriman barang dari pelabuhan-pelabuhan selatan Iran terus berlanjut.
Ditambahkan bahwa kapal-kapal komersial Iran telah berlayar ke berbagai tujuan di seluruh dunia selama 24 jam terakhir.
Baca juga: Negosiasi Iran-Amerika Gagal, Akankah Gencatan Senjata Berlanjut?(lsi)