Prof Dr Bambang SetiajiLANGIT7.ID-Salah satu pertanyaan besar para ilmuwan modern abad ini adalah mengapa dunia Islam terbelakang? Memang ada beberapa negara Islam yang kaya tetapi mereka tidak maju. Timur Kuran (1997, dan 2018) mengupas kurang lebih penyebab kemunduran dunia Islam, Barro (2003), Greif (1994), dan Pryor 2007, dan masih banyak lagi banyak mengkaji dampak institusi keagamaan dan Islam yang secara eksplisit atau formal digunakan untuk identitas negara.
Di luar negara terdapat gerakan Muhammadiyah yang mendeklarasikan sebagai gerakan modernis Islam sangat concern kepada kemajuan bangsa. Muhammadiyah akhir akhir ini mendapat sambutan positif baik dari netizen dan juga para peneliti dalam dan luar negeri. Keistimewaan Muhammadiyah adalah organisasi sosial yang kaya, tetapi mempertahankan semacam kesufian para pengurusnya yang tidak menuntut hak finansial. Menyebabkan hasil sisa usahanya di reinvested pada amal usaha semula atau amal usaha baru. Wakaf Muhammadiyah tiap tahun terus bertambah diperkirakan 6 sampai 10 triliun.
Di tengah pesimisme para peneliti, bahwa nilai Islam yang sangat modern tetapi realitas institusi Islam berkait dengan kemunduran atau minimal tidak berdampak kepada kemajuan, tiba tiba muncul di Iran dengan kemajuan teknologi persenjataannya yang cukup mengagetkan. Vaughan (The International Institute for Strategic Studies www.iiss.org) menyebut Iran memang memiliki talenta di bidang matematika dan sains, kecerdasan buatan, sistem otonom, dan taktik kawanan drone yang dapat mengimbangi keunggulan senjata konvensional Barat.
Iran adalah eksperimen penerapan Institusi Islam pada tingkat negara, dan pada level gerakan swasta - Muhammmadiyah di negara kita memiliki semangat kemajuan tersebut sejak dibukanya fakultas sains dan teknologi yang dipikirkan sejak sebelum kemerdekaan. Kedua institusi para Mullah di Iran dan para Ulama dan cendekiawan Muhammadiyah sedang membuktikan kompatibilitas Islam dalam dunia modern.
Di Iran kemajuan persenjataan tentu saja berjalan seiring dengan kemajuan teknologi sipil. Pabrik mobil Iran cukup mengesankan dengan produksi 1,3 juta setahun yang merupakan produksi mobil terbesar di kawasan. Sekarang perusahaan mobil di Iran memasuki era mobil listrik juga dengan bekerja sama dengan China.
Beberapa universitas Muhammadiyah juga tertarik bekerjasama dengan perusahaan mobil listrik China dan tengah mempersiapkan hilirisasi riset ke industri riel. Kemajuan universitas bagaimanapun adalah masih pada tahap wacana atau kemajuan laboratorium diperlukan selangkah lebih jauh yaitu membuktikan di industri riel. Ini adalah tantangan dunia Islam di sektor swasta eksperimen sisi lain dari eksperimen para ulama Iran di sektor negara. (Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammwdiyah)
(lam)