Xinjiang menjadi wilayah strategis China dengan kekuatan pangan, energi, dan industri besar. Ketua PP Muhammadiyah menyoroti potensi ekonomi Uighur Muslim di jantung Asia.
44 korban jiwa dilaporkan meninggal dunia akibat kebakaran di sebuah gedung apartemen di Kota Urumqi Provinsi Xinjiang, China barat laut. Kebakaran tersebut terjadi di tengah lockdown akibat Covid-19 yang menyebar di wilayah tersebut.
Muktamar diharapkan dapat mengumpulkan informasi yang sahih dari narasumber yang kompeten untuk membela hak-hak asasi muslim Uyghur tanpa ikut urusan politik.
Pengamat Hubungan Internasional, Pizaro Gozali Idrus, mengkritik sikap Indonesia yang tidak mendukung penyelenggaraan pembahasan tentang situasi Uighur di Xinjiang, China di Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB.
Laporan PBB menyatakan pelanggaran hak asasi manusia yang serius telah dilakukan di Xinjiang di bawah kebijakan China untuk memerangi terorisme dan ekstremisme.
Masyarakat sipil dan lembaga kemanusiaan dianggap memiliki hak untuk menghentikan kekerasan dan diskriminasi menjalankan ibadah bagi Muslim Uighur di Xinjiang, Cina.
Duta Besar RRT untuk Indonesia, Lu Kang mengatakan, pemerintah Tiongkok melindungi kebebasan dan menjamin hak warga negara untuk menganut dan menjalankan ajaran agama.
Kanak memiliki bukti yang menunjukkan bahwa jumlah orang Uighur yang dideportasi dari negara tetangga meningkat tajam sejak 2016 hingga 2018. Populasi yang tinggal di sana pun menurun hingga 85 persen.
Salah satu bisnis baru yang direncanakan di atas lokasi masjid yang dihancurkan tersebut adalah Hotel Hampton by Hilton yang dimiliki oleh Hilton Worldwide Holdings Inc.
Pakar PBB dan grup hak asasi manusia (HAM) memperkirakan, lebih dari satu juta orang, terutama etnis Uighur dan minoritas Muslim lain, disekap dalam beberapa tahun terakhir.