LANGIT7.ID-, Teheran -
Iran dan
Oman diizinkan untuk memungut biaya pada kapal yang melintasi
Selat Hormuz, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu, yang dimediasi oleh
Pakistan. Pungutan ini termasuk dalam proposal Iran dalam upaya mengakhiri perang dengan Israel dan
Amerika Serikat.
Mengutip Associated Press (AP), seorang pejabat regional yang tidak disebutkan namanya mengatakan bahwa Iran akan menggunakan uang yang dikumpulkan untuk rekonstruksi. Belum jelas apa yang akan digunakan Oman untuk uang tersebut, tambah AP.
Pejabat tersebut, yang terlibat langsung dalam negosiasi, berbicara dengan syarat anonim kepada AP karena mereka tidak berwenang untuk membahas pertimbangan internal.
Kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran mencakup proposal yang memungkinkan Iran dan Oman untuk mengenakan biaya transit pada kapal yang melewati Selat Hormuz, yang merupakan jalur minyak global yang penting. Sebagaimana melansir Hindustan Times, Rabu (8/4/2026).
Baca juga: Australia Sambut Baik Gencatan Senjata Iran-Amerika Selama 2 MingguSelat Hormuz adalah jalur air yang sempit, hanya selebar 34 km di titik tersempitnya, yang terletak di antara Iran dan Oman.
Meskipun ukurannya kecil, selat ini memainkan peran yang sangat besar dalam perekonomian global. Kira-kira seperlima pasokan minyak dunia melewati jalur ini, bersama dengan barang-barang penting lainnya seperti pupuk.
Gencatan senjata telah diusulkan untuk mengakhiri konflik selama 40 hari yang dimulai pada 28 Februari.
Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, Teheran secara bersyarat setuju untuk membuka kembali selat tersebut, yang secara efektif tetap tertutup selama permusuhan, dengan serangan terhadap kapal mengganggu transit dan mendorong harga minyak global lebih tinggi.
Berapa Biaya Melintasi Selat Hormuz?Struktur biaya yang diusulkan akan bervariasi tergantung pada jenis kapal, muatannya, dan kondisi lain yang berlaku, menurut Reuters.
Diskusi lebih lanjut mengenai masa depan Selat Hormuz dan aspek-aspek lain dari penyelesaian jangka panjang diperkirakan akan berlangsung dalam pembicaraan antara Amerika Serikat dan Israel, yang dijadwalkan dimulai di Islamabad pada hari Jumat.
Negara-negara Teluk, termasuk Uni Emirat Arab dan Qatar, menentang setiap langkah untuk memberlakukan biaya transit, menyerukan pemulihan navigasi bebas dan menyatakan bahwa diskusi tentang mekanisme keuangan harus dilakukan setelah pembukaan kembali jalur air tersebut.
Baca juga: Pakistan Usulkan 2 Tahap Gencatan Senjata Pada Perang AS-Iran, Bakal Diterima atau Ditolak?Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan penangguhan serangan AS terhadap Iran selama dua minggu, menyusul upaya diplomatik yang dipimpin oleh Pakistan. Jeda ini terjadi setelah ancaman Trump sebelumnya untuk menyerang jembatan, pembangkit listrik, dan infrastruktur Iran lainnya jika Selat Hormuz tidak dibuka kembali pada Selasa malam. (*/lsi/AP/Reuters/HindustanTimes)
(lsi)