Iran mengecam serangan Amerika Serikat (AS) di wilayahnya sebagai kejahatan perang. Para pejabat Iran juga menegaskan bahwa serangan tersebut tidak memengaruhi jadwal rangkaian prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei.
Pada hari kedua berturut-turut Amerika Serikat (AS) menyerang Iran dan terbaru AS menghantam sebuah jembatan kereta api strategis di Iran utara yang menghubungkan negara itu dengan Tiongkok dan Rusia.
Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Iran setelah kapal tanker diserang di Selat Hormuz. Serangan tersebut terjadi di saat prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei berlangsung.
Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengkritik kegagalan komunitas internasional, dalam menghentikan Israel menyerang sejumlah negara di kawasan tersebut. Ia juga menyoroti ketidakstabilan yang melanda Timur Tengah.
Kesepakatan telah secara resmi mengakhiri pertempuran antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran. Namuan begitu, negosiasi yang lebih sulit baru saja dimulai.
Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei dijadwalkan pada awal Juli 2026 dan akan berlangsung di Irak. Disebutkan pula bahwa jenazah akan diarak mulai dari Iran hingga Irak, namun belum ada inforrmasi pasti mengenai lokasi. Bagaimana fakta sebenarnya?
Para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa peningkatan serangan Israel terhadap Lebanon dan permusuhan yang berkelanjutan di Gaza, berujung pada kegagalan negosiasi gencatan senjata yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat.
Iran memastikan tidak ada kemungkinan untuk membuka Selat Hormuz menyusul terjadinya pelanggaran gencatan senjata oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Telah dipastikan bahwa perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) yang berlangsung selama 21 jam menemui jalan buntu alias gagal. Ada dua poin penting yang menjadi penghalang untuk terbentuknya kesepakatan.
Tidak butuh waktu lama bagi Presiden AS Donald Trump untuk merespons gagalnya perundingan dengan Iran. Lagi-lagi dengan ancaman, Trump mengumumkan bahwa angkatan laut AS akan memulai proses memblokir semua kapal yang mencoba masuk atau keluar dari Selat Hormuz.
Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) menemui jalan buntu alias gagal mencapai kesepakatan setelah pembicaraan 21 jam dilakukan di Islamabad, Pakistan yang dimulai sejak Sabtu, 11 April.
Beberapa jam setelah keputusan gencatan senjata diumumkan, Israel malah melancarkan serangan udara paling luas ke Lebanon sejak 2 Maret, ketika pertempuran dengan Hizbullah dimulai.
Ada hampir 800 kapal terjebak di Selat Hormuz selama beberapa minggu. Jika dikaitkan dengan durasi gencatan senjata yang hanya dua minggu, maka hal ini menimbulkan ketidakpastian bagi kapal.