LANGIT7.ID-, Lebanon - Beberapa jam setelah keputusan gencatan senjata diumumkan, Israel malah melancarkan serangan udara paling luas ke
Lebanon sejak 2 Maret, ketika pertempuran dengan
Hizbullah dimulai.
Badan Pertahanan Sipil Lebanon mengatakan, setidaknya 254 orang tewas dan 1.165 luka-luka dalam serangan udara di Beirut, Lembah Bekaa, dan Lebanon selatan, termasuk daerah-daerah padat penduduk.
Dalam pernyataan tertulis, kepala serikat dokter Lebanon, Elias Chlela, mendesak agar "semua dokter dari semua spesialisasi" segera menuju rumah sakit mana pun yang dapat mereka datangi untuk menawarkan bantuan, dengan salah satu rumah sakit terbesar di Beirut mengatakan membutuhkan sumbangan darah dari semua golongan.
PBB menggambarkan angka korban sebagai hal mengerikan, dengan kepala hak asasi manusianya, Volker Turk, menyebut kehancuran itu "mengerikan".
Israel mengklaim, tanpa memberikan bukti, bahwa mereka menargetkan infrastruktur militer Hizbullah. Namun, para pejabat Lebanon dan kelompok-kelompok bantuan mengatakan bahwa seluruh lingkungan hancur, dengan rumah sakit kewalahan dan layanan darurat kesulitan untuk mengatasi situasi tersebut.
Baca juga: Iran Setuju Gencatan Senjata 2 Pekan, Sekaligus Klaim Kemenangan Atas AmerikaKetua Parlemen Nabih Berri menyebut serangan terhadap daerah padat penduduk sebagai "kejahatan perang sepenuhnya".
"Kejahatan hari ini bertepatan dengan perjanjian gencatan senjata yang diumumkan di wilayah tersebut-sebuah perjanjian yang gagal ditegakkan oleh Israel dan aparat politik serta keamanannya," katanya melansir Aljazeera, Sabtu (11/4/2026).
Apa yang dilakukan Israel terhadap Lebanon tersebut menimbulkan perselisihan diplomatik utama, apakah Lebanon termasuk dalam gencatan senjata, karena para pejabat AS, Iran, Israel, dan Pakistan telah memberikan interpretasi yang berbeda tentang apa yang telah disepakati.
Dalam sebuah unggahan di X pada hari Rabu, PM Pakistan Sharif menulis: "Saya senang mengumumkan bahwa Republik Islam Iran dan Amerika Serikat, bersama dengan sekutu mereka, telah menyetujui gencatan senjata segera di mana pun, termasuk Lebanon dan tempat lain, BERLAKU SEGERA." Negaranya telah bertindak sebagai mediator utama dalam mencapai gencatan senjata yang rapuh ini.
Iran juga menyatakan bahwa gencatan senjata tersebut meluas ke Lebanon dan menyerukan AS untuk menegakkan gencatan senjata tersebut.
Mengutip pengumuman gencatan senjata Sharif, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan bahwa "AS harus memilih antara gencatan senjata atau perang berkelanjutan melalui Israel".
"AS tidak bisa memiliki keduanya. Dunia melihat pembantaian di Lebanon. Bola ada di tangan AS," tulisnya di X.
Baca juga: Hampir 800 Kapal Masih Terjebak, Apakah Gencatan Senjata Bisa Benar-benar Membuka Selat Hormuz?Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf memperingatkan bahwa serangan Israel yang berkelanjutan terhadap Lebanon akan merusak kesepakatan dan berisiko meningkatkan eskalasi lebih lanjut.
Sebaliknya, para pejabat AS menyatakan bahwa gencatan senjata yang rapuh itu tidak termasuk Lebanon.
Ketika Presiden AS Donald Trump mengumumkan gencatan senjata dua minggu dengan Iran, ia mengatakan bahwa itu termasuk penghentian permusuhan secara lengkap dan total antara Washington dan Teheran. Namun, ia kemudian mengklarifikasi bahwa Lebanon adalah "bentrokan terpisah".
Namun begitu, Presiden AS Donald Trump sempat mengatakan ia telah meminta Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk mengurangi pemboman Lebanon, karena Iran bersikeras gencatan senjata dua minggu dengan AS juga harus mencakup pertempuran di negara tersebut.
Smenetara media Iran mengklaim Teheran memaksa Israel menghentikan serangan terhadap Beirut sebagai prasyarat untuk perundingan yang dimediasi Pakistan dengan delegasi AS.
Berita terbaru, delegasi Iran yang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf telah tiba di Islamabad, Sabtu 11 April waktu setempat, untuk perundingan dengan Amerika Serikat (AS). Kedatangan itu seiring upaya meredakan ketegangan di Timur Tengah terus berlanjut di tengah gencatan senjata yang rapuh.
(lsi)