LANGIT7.ID-, Jakarta - - Pemakaman mendiang pemimpin tertinggi Iran,
Ayatollah Ali Khamenei dijadwalkan pada awal Juli 2026 dan akan berlangsung di Irak. Meski hal itu telah disampaikan secara resmi oleh Wali Kota Teheran, Alireza Zakani namun ada pihak yang membantahnya. Bagaimana fakta sebenarnya?
Khameni, yang memimpin Iran sejak 1989, tewas dalam
serangan AS dan Israel di Teheran pada bulan Februari 2026, tepat pada hari Amerika dan Israel memulai perang melawan negara tersebut.
Zakani mengumumkan perihal proses pemakaman secara resmi pada Rabu, 17 Juni 2026. Ia menyatakan bahwa setelah upacara penghormatan dan perpisahan selama dua hari, jenazah Khamenei akan diarak pada tanggal 5 Juli di Teheran, 6 Juli di Qom, dan 7 Juli di Irak.
Menurut Zakani, sebagaimana melansir media setempat Iran Wire, Kamis (18/6/2026), rencana perjalanan tersebut mencakup tiga kota di Iran dan satu upacara di luar negeri.
Tanpa memberikan detail spesifik mengenai lokasi pasti upacara di Irak atau logistik pengangkutan jenazah, ia hanya mengkonfirmasi jadwal prosesi selama tiga hari tersebut.
Berdasarkan jadwal yang diumumkan secara resmi, jenazah Ali Khamenei akan dimakamkan pada tanggal 8 Juli di Mashhad.
Baca juga: Kesepakatan Iran-Amerika di Dalamnya Mencakup Dana Investasi Swasta Rp6.257 TriliunMeskipun beberapa komandan Iran yang dibunuh selama perang telah dimakamkan, upacara pemakaman untuk Khamenei diperkirakan akan sangat besar dan membutuhkan waktu lebih lama untuk dipersiapkan.
Pemakaman terakhir seorang pemimpin tertinggi Iran, yaitu Ayatollah Ruhollah Khomeini pada tahun 1989, menjadi ricuh sebab dihadiri oleh jutaan orang.
Pemakaman tahun ini akan dinantikan dengan penuh harap untuk melihat tanda-tanda kehadiran pemimpin tertinggi baru, Ayatollah Mojtaba Khamenei, yang terpilih sebagai pengganti ayahnya pada bulan Maret, tetapi belum terlihat di depan umum sejak saat itu.
Sebagai pemimpin revolusi Islam Iran, almarhum Ayatollah Khamenei memegang otoritas keagamaan dan politik bagi Muslim Syiah di Iran. Ia juga memiliki banyak pendukung di Irak, di mana kehadiran militan pro-Iran menyeret negara itu ke dalam baku tembak perang.
Berikut rangkuman fakta mengenai rencana prosesi pemakaman Khamenei, melansir The National:
Jadwal PemakamanRinciannya telah diumumkan oleh Komite Peringatan untuk Kepergian Berdarah Imam Militan yang Gugur.
Disebutkan bahwa "upacara perpisahan publik" akan berlangsung pada tanggal 4 dan 5 Juli di sebuah masjid di Teheran, Masjid Agung Imam Khomeini. Prosesi pemakaman dijadwalkan di Teheran pada tanggal 6 Juli, diikuti oleh prosesi kedua di kota Qom, kemudian secara religius pada tanggal 7 Juli.
Ritual terakhir akan berlangsung pada tanggal 9 Juli di Mashhad, tempat Bapak Khamenei diperkirakan akan dimakamkan. Makam Imam Reza di kota itu adalah tempat pemakaman imam kedelapan Islam Syiah. Di tempat itu juga mantan presiden Ebrahim Raisi dimakamkan setelah kematiannya dalam kecelakaan helikopter pada tahun 2024.
Perhentian di IrakJadwal tersebut menyisakan satu hari kosong yang mungkin akan diisi dengan perhentian di Irak.
Walikota Teheran, Alireza Zakani, mengatakan kepada media lokal bahwa setelah upacara di Qom, "jenazah akan dibawa ke Irak" sebelum kembali ke Iran. Para pejabat belum menentukan kota atau waktu kunjungan tersebut.
Dua politisi Irak mengatakan jenazah akan dibawa ke kota Karbala dan Najaf, tempat terdapat makam para imam Syiah yang dihormati.
Baca juga: Dunia Bereaksi Saat Iran dan AS Mencapai Kesepakatan Awal untuk Mengakhiri PerangJutaan Orang Diperkirakan HadirPanitia penyelenggara mengatakan bahwa "partisipasi publik yang luar biasa" diperkirakan akan terjadi dalam pemakaman tersebut.
Wakil walikota Teheran untuk urusan sosial dan budaya, Mohammad Amin Tavakolizadeh, mengatakan awal bulan ini bahwa prosesi di Teheran diperkirakan akan berlangsung setidaknya 24 jam, dengan persiapan yang sedang dilakukan untuk menampung hingga 20 juta orang. Populasi Iran sekira 90 juta jiwa.
Para pelayat dari Pakistan, Afghanistan, India, dan Bangladesh diperkirakan akan bergabung dalam upacara di Mashhad. Tavakolizadeh mengatakan bahwa otoritas lokal di sepanjang rute prosesi harus bersiap untuk jumlah penonton yang besar.
(lsi)