LANGIT7.ID-, Teheran -
Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap Iran setelah kapal tanker diserang di Selat Hormuz. Serangan tersebut terjadi di saat prosesi pemakaman
Ayatollah Ali Khamenei berlangsung.
Amerika Serikat telah melancarkan serangan besar terhadap
Iran sebagai tanggapan atas serangan terhadap tiga kapal tanker minyak di
Selat Hormuz.
Komando Pusat AS (Centcom) pada hari Selasa menyatakan telah menghantam lebih dari 80 sasaran, termasuk lebih dari 60 kapal kecil milik Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di selat tersebut.
Sebagaimana melansir BBC, Rabu (8/7/2026), Wakil Menteri Luar Negeri Iran menyebut serangan AS itu sebagai pelanggaran terhadap
nota kesepahaman AS-Iran yang ditandatangani bulan lalu, serta memperingatkan bahwa Teheran akan mengambil tindakan tegas.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa serangan menghantam Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan Sirik, yang mengakibatkan sejumlah orang terluka akibat serpihan logam. Iran tidak secara langsung mengakui tanggung jawab atas serangan terhadap ketiga kapal tanker yang memicu serangan balasan AS tersebut.
Tak hanya itu, Centcom juga mengatakan bahwa selain 60 kapal kecil, mereka juga telah menyerang lokasi peluncuran rudal dan pusat komando Iran. Mereka tidak menyebutkan lokasi targetnya.
Amerika menyampaikan bahwa akan ada konsekuensi atas apa yang disebutnya sebagai serangan "sama sekali tidak dapat diterima" terhadap tiga kapal tanker tersebut.
Centcom mengatakan serangan AS tersebut bertujuan untuk memberikan konsekuensi berat atas penargetan dan penyerangan terhadap kapal komersial yang diawaki oleh individu yang tidak bersalah di jalur perairan internasional.
Sebelum serangan dilancarkan, Departemen Keuangan AS mencabut pengecualian yang untuk sementara waktu mencabut sanksi minyak terhadap Iran, dan merupakan bagian dari nota kesepahaman yang ditandatangani oleh Washington dan Teheran bulan lalu.
Baca juga: Kesepakatan Damai Amerika-Iran, Apa yang Didapat Kedua Belah Pihak?Kementerian Luar Negeri Iran menyebut langkah itu sebagai pelanggaran memorandum dan mengatakan hal itu membuktikan "itikad buruk, inkonsistensi, dan ketidakandalan" pemerintah AS.
Ditambahkan bahwa Teheran akan mengambil tindakan apa pun yang dianggap perlu untuk melindungi kepentingan nasional dan keamanan nasionalnya.
Sementaranya itu, sebelum pengumuman serangan baru oleh Centcom keluar, seorang pejabat AS menegaskan bahwa para negosiator AS akan terus bekerja dengan "itikad baik" menuju kesepakatan akhir dengan Iran.
Kemajuan ke arah itu terjadi bulan lalu ketika AS dan Iran menyepakati nota kesepahaman 14 poin, yang bertujuan untuk memperpanjang gencatan senjata dan mengakhiri konflik "di semua lini".
Iran Peringatkan AmerikaPada kesempatan berbeda, Iran telah memperingatkan Amerika Serikat dan Israel agar tidak melancarkan serangan terhadap Iran selama berlangsungnya prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Hal tersebut disampaikan Komandan Markas Pusat Khatam al-Anbiya Iran, Ali Abdollahi.
"Kami memperingatkan musuh-musuh Iran, khususnya Amerika Serikat dan rezim Zionis (Israel), agar tidak melakukan salah perhitungan dan mempertimbangkan pembalasan keras yang akan dilakukan angkatan bersenjata kami terhadap setiap ancaman maupun agresi terhadap negara kami," ujar Abdollahi dalam pernyataan yang dikutip media pemerintah Iran, melansir
AlJazeera, Rabu (8/7/2026).
Baca juga: Iran Peringatkan AS-Israel Tak Lancarkan Serangan Selama Proses Pemakaman Ali KhameneiProsesi pemakaman Ali Khamenei masih berlangsung hingga kini. Informasi terbaru, peti jenazah Khamenei telah tiba di Bandara Internasional Najaf, Irak. Selanjutnya, akan diarak ke Kota Suci Najaf.
Melansir AFP, Rabu (8/7/2026), peti jenazah Khamenei tiba di Irak pada Selasa (7/7) malam waktu setempat. Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah tiba di sana tak lama sebelumnya untuk menghadiri upacara resmi Irak.
Para pejabat dan politisi senior Irak, termasuk Perdana Menteri Ali al-Zaidi, juga hadir untuk menyambut jenazah mendiang pemimpin tertinggi tersebut.
Komandan Iran Esmail Qaani, yang memimpin divisi operasi luar negeri Garda Revolusi Iran turut hadir.
Baca juga: Prosesi Pemakaman Ali Khamenei Menjadi yang Terbesar dalam Sejarah Modern(lsi)