Perundingan antara Iran dan Amerika Serikat (AS) menemui jalan buntu alias gagal mencapai kesepakatan setelah pembicaraan 21 jam dilakukan di Islamabad, Pakistan yang dimulai sejak Sabtu, 11 April.
Iran dan Oman diizinkan untuk memungut biaya pada kapal yang melintasi Selat Hormuz, sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata selama dua minggu. Pungutan ini termasuk dalam proposal Iran dalam upaya mengakhiri perang dengan Israel dan Amerika Serikat.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan Menteri Luar Negeri Penny Wong telah mengeluarkan pernyataan bersama yang menyambut baik gencatan senjata antara Iran dan Amerika, selama dua minggu. Ini sebagai upaya penyelesaian konflik di Timur Tengah.
Iran mengatakan telah menerima gencatan senjata selama dua minggu. Kesepakatan yang dicapai atas persetujuan Pemimpin Tertinggi, Mojtaba Khamenei itu merupakan kemenangan bagi Iran.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei memastikan Teheran tidak akan pernah menerima rencana 15 poin yang diajukan oleh Amerika Serikat (AS) bulan lalu.
Pakistan telah mengusulkan rencana dua tahap untuk mengakhiri perang AS-Israel melawan Iran, dan membuka kembali Selat Hormuz. Akankah Iran setuju dengan usulan ini?
Pakistan dan Afghanistan telah mengkonfirmasi bahwa mereka sedang mengadakan pembicaraan di China, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik terburuk antara kedua negara tetangga di Asia Selatan tersebut.
Di tengah memanasnya konflik antara Iran dan Amerika Serikat beserta sekutunya, seakan muncul satu pemain yang perlahan mengambil panggung, yaitu Pakistan. Upaya diplomasi atau hanya sekadar cari panggung hingga menyisihkan India?
Setelah Pakistan mengklaim siap menjadi tuan rumah pembicaraan langsung antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang yang sedang berlangsung, Iran membantah. Dipastikan Iran tidak terlibat dalam upaya yang dipimpin Pakistan tersebut.
Pakistan siap memfasilitasi perundingan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, guna mengakhiri perang yang sedang berlangsung. Tentu hal ini mengejutkan banyak pihak, sebab Pakistan sendiri tengah berkonflik dengan Afghanistan dan India.