Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home global news detail berita

Pakistan dan Afghanistan Tunjuk China sebagai Penengah Konflik Kedua Negara

lusi mahgriefie Jum'at, 03 April 2026 - 11:25 WIB
Pakistan dan Afghanistan Tunjuk China sebagai Penengah Konflik Kedua Negara
Foto: ist
LANGIT7.ID-, China - Pakistan dan Afghanistan telah mengkonfirmasi bahwa mereka sedang mengadakan pembicaraan di China, yang bertujuan untuk mengakhiri konflik terburuk antara kedua negara tetangga di Asia Selatan tersebut, sejak Taliban Afghanistan kembali berkuasa pada tahun 2021.

Para pejabat senior dari kedua negara sedang mengadakan pembicaraan pendahuluan di kota Urumqi, barat laut China, untuk mencoba mengamankan gencatan senjata guna mengakhiri serangan lintas perbatasan selama berbulan-bulan. Hal ini dikatakan juru bicara Kementerian Luar Negeri Pakistan, Tahir Andrabi, kemarin, melansir Aljazeera, Jumat (3/4/2026).

Pertempuran tersebut telah menewaskan puluhan orang di kedua pihak dan mengganggu perdagangan serta perjalanan lintas batas sejak dimulai pada bulan Oktober.

Pakistan menuduh Afghanistan melindungi para pejuang yang melakukan serangan di dalam Pakistan, terutama Taliban Pakistan, yang dikenal sebagai Tehreek-e-Taliban Pakistan atau TTP.

Kelompok tersebut terpisah dari tetapi bersekutu dengan Taliban Afghanistan, yang mengambil alih Afghanistan pada tahun 2021 setelah penarikan pasukan pimpinan Amerika Serikat yang kacau. Kabul membantah tuduhan tersebut, dengan mengatakan bahwa para pejuang ini adalah masalah domestik Pakistan.

Baca juga: Pakistan Dibalik Upaya Diplomasi Perang Iran-Amerika, Bakal Menyisihkan India?

Andrabi mengatakan kepada wartawan di Beijing bahwa pemerintah berharap untuk "solusi yang berkelanjutan".

"Partisipasi kami (dalam pembicaraan) adalah penegasan kembali keprihatinan inti kami," katanya.

"Namun, beban proses nyata terletak pada Afghanistan, yang harus menunjukkan tindakan nyata dan terverifikasi terhadap kelompok teroris yang menggunakan wilayahnya untuk melawan Pakistan."

Menyusul permintaan China untuk berdialog, pemerintah Taliban Afghanistan mengatakan telah mengirimkan "delegasi tingkat menengah" ke Urumqi.

"Pihak Afghanistan bermaksud untuk mengadakan pembicaraan komprehensif dan bertanggung jawab dengan pihak lain mengenai hubungan bertetangga yang baik, penguatan hubungan perdagangan, dan pengelolaan masalah keamanan yang efektif," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Abdul Qahar Balkhi.

"Delegasi kami belum kembali," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Islamabad.

China, yang juga berbatasan dengan kedua negara tersebut, telah berupaya menengahi penyelesaian konflik melalui negosiasi.

Beijing mengerahkan utusan khusus untuk mencoba menengahi kesepakatan bulan lalu, tetapi upaya diplomatik tersebut diikuti oleh serangan Pakistan terhadap pusat rehabilitasi di Kabul yang memicu kecaman internasional.

Menurut pejabat Afghanistan, lebih dari 400 orang tewas dalam serangan itu. Islamabad mengatakan serangan itu menargetkan instalasi militer dan "infrastruktur pendukung teroris".

Kedua pihak kemudian mengumumkan jeda pertempuran untuk menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan, atas permintaan Arab Saudi, Qatar, dan Turki.

Namun, serangan sporadis telah dilaporkan di daerah perbatasan sejak gencatan senjata sementara berakhir.

Baca juga: Rusia Jadi Negara Pertama yang Mengakui Pemerintahan Taliban di Afghanistan

Pada hari Rabu, Farid Dehqan, juru bicara kepolisian untuk provinsi Kunar di Afghanistan timur, mengatakan bahwa Pakistan telah menembakkan mortir ke wilayah Afghanistan pada Rabu malam, menewaskan dua warga sipil dan melukai enam lainnya, termasuk empat anak. Ia mengatakan penembakan masih berlangsung dua jam setelah dimulai.

Andrabi menolak tuduhan tersebut, mengatakan Pakistan melakukan operasi terhadap para pejuang dengan hati-hati untuk menghindari korban sipil.

Sambil mengatasi permusuhan dengan negara tetangganya, Pakistan juga terlibat dalam serangkaian diplomasi untuk mencoba membawa Washington dan Teheran ke meja perundingan, dan mengakhiri perang mereka.

China telah mendukung upaya Pakistan, menyelaraskan diri dengan tujuan negara-negara Teluk yang terdampak oleh meluasnya konflik di kawasan tersebut.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)