LANGIT7.ID-, Teheran - Juru Bicara Kementerian Luar Negeri
Iran, Esmaeil Baghaei memastikan
Teheran tidak akan pernah menerima rencana 15 poin yang diajukan oleh
Amerika Serikat (AS) bulan lalu.
"Beberapa hari yang lalu, mereka mengajukan usulan melalui perantara, dan rencana 15 poin AS tercermin melalui Pakistan dan beberapa negara sahabat lainnya," kata Baghaei. "Usulan seperti itu sangat ambisius, tidak biasa, dan tidak logis."
Ia menyatakan bahwa Teheran telah menyelesaikan tuntutannya di tengah usulan baru-baru ini untuk mengakhiri perang, tetapi hanya akan mengungkapkannya ketika waktunya tepat.
Ia menekankan bahwa Iran tidak akan tunduk pada tekanan, lapor kantor berita IRNA. Bahkan Baghaei menegaskan bahwa Iran memiliki rencananya sendiri.
"Berdasarkan kepentingan kami sendiri, berdasarkan pertimbangan kami sendiri, kami telah merumuskan serangkaian tuntutan yang kami miliki dan tetap miliki," katanya sebagaimana melansir Aljazeera, Selasa (7/4/2026).
Baghaei juga membantah anggapan bahwa keterlibatan dengan mediator menandakan kelemahan.
Upaya diplomatik terbaru oleh Pakistan ini terjadi di tengah meningkatnya permusuhan yang telah menimbulkan kekhawatiran akan gangguan terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz, jalur penting untuk pasokan bahan bakar global. Lebih dari 20 persen minyak dan gas dunia melewati jalur air tersebut, yang tetap berada di bawah blokade de facto Iran.
Baca juga: Pakistan Usulkan 2 Tahap Gencatan Senjata Pada Perang AS-Iran, Bakal Diterima atau Ditolak?Presiden AS Donald Trump, dalam unggahan yang penuh kata-kata kasar pada hari Minggu, mengancam akan menghujani Teheran dengan "neraka" jika negara itu tidak mencapai kesepakatan pada akhir hari Selasa yang akan membuka kembali selat tersebut.
Lebih dari 2.000 orang telah tewas di Iran sejak perang dimulai pada 28 Februari, menurut otoritas Iran.
Israel juga telah menginvasi Lebanon selatan dan menyerang Beirut, di mana otoritas Lebanon mengatakan 1.461 orang, termasuk setidaknya 124 anak-anak, telah tewas. Lebih dari 1,2 juta warga Lebanon telah mengungsi.
Amerika dan Rencana 15 Poin Kepada IranAmerika Serikat beberapa waktu lalu telah mengirimkan rencana 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah, menurut dua pejabat yang diberi informasi tentang diplomasi tersebut. Sebagaimana melansir New York Times.
15 Poin tersebut mencerminkan keinginan pemerintahan Trump untuk menemukan jalan keluar dari konflik, di tengah upaya mengatasi dampak ekonominya.
New York Times tidak melihat salinan rencana tersebut secara rinci, tetapi para pejabat, yang berbicara dengan syarat anonim untuk membahas detail sensitif, membagikan beberapa garis besarnya, dengan mengatakan bahwa rencana itu membahas program rudal balistik dan nuklir Iran.
Baca juga: Pakistan di Balik Upaya Diplomasi Perang Iran-Amerika, Bakal Menyisihkan India?Israel dan Amerika Serikat telah menargetkan rudal balistik Iran, peluncur, dan fasilitas produksinya, serta program nuklirnya dalam kampanye pengeboman yang dimulai pada 28 Februari lalu. Para pemimpin Amerika dan Israel telah bersumpah untuk tidak pernah mengizinkan Iran memiliki senjata nuklir.
Namun Iran terus menembakkan rudal ke Israel dan negara-negara Arab tetangga dan masih menyimpan 440 kilogram uranium yang diperkaya tinggi di wilayahnya. (*/lsi/aljazeera/newyorktimes)
(lsi)