LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Senator AS Lindsey Graham meninggal dunia secara mendadak di usia 71 tahun pada Sabtu ((11/7) malam, satu hari setelah Ia kembali dari kunjungan ke Kyiv, Ukraina, menemui Presiden Volodymyr Zelensky.
Informasi terbaru, mengutip
BBC, Rabu (15/7/2026), berdasarkan temuan awal pemeriksa medis Washington DC, Graham meninggal dunia akibat "diseksi aorta" yang disebabkan oleh penyakit kardiovaskular. Diseksi aorta adalah robekan pada arteri utama yang mengalirkan darah ke seluruh tubuh.
Graham, semasa hidupnya diketahui sebagai sekutu dekat
Presiden Donald Trump dari Partai Republik.
Politisi asal South Carolina yang terpilih menjadi anggota Senat pada tahun 2002 itu merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh di Washington dalam hal kebijakan luar negeri. Dia juga kerap mendorong intervensi militer AS di luar negeri.
Graham dikenal karena pendiriannya yang intervensionis dalam kebijakan luar negeri, dan sangat mendukung perang di Iran.
Baca juga: Qatar Serukan Iran untuk Segera Hentikan Serangan di Selat HormuzMengutip
The Straits Times, pada bulan lalu Graham bahkan mengatakan kepada CBS bahwa Amerika Serikat akan "menghancurkan" Iran jika negara itu tidak tunduk pada kendali AS atas Selat Hormuz.
Ada sejumlah "dosa" Graham terhadap Iran melalui berbagai keputusannya. Mengutip keterangan Kedutaan Besar Iran di Indonesia melalui akun resmi
@iraninindonesia, setidaknya ada 10 yang berhasil dirangkum, yaitu:
1. Mendorong perang terhadap Iran.
2. Mendukung serangan AS-Israel ke Iran.
3. Menginginkan pergantian rezim Iran.
4. Mendukung oposisi bersenjata di Iran.
5. Mengancam menghancurkan Iran.
6. Mendorong pengambilalihan Selat Hormuz.
Baca juga: Klaim Palsu Amerika Soal Selat Hormuz Terkuak, Iran Tegaskan AS Melanggar MoU7. Mendukung serangan terhadap infrastruktur Iran.
8. Membenarkan perang dengan narasi ideologis.
9. Menjadi pendukung utama kebijakan Israel.
10. Mendukung sanksi maksimum terhadap Iran.
Bisa disimpulkan bahwa Graham dipandang sebagai salah satu tokoh utama di balik tekanan militer, politik, dan ekonomi AS-Israel terhadap Republik Islam Iran.
Posisi Senator Diisi Adik Kandung GrahamAdalah Darline Graham Nordone, saudara perempuan mendiang Senator Lindsey Graham yang menggantikan posisi di pemerintahan. Ia dilantik pada Selasa, 14 Juli untuk menyelesaikan sisa masa jabatan saudaranya yang akan berakhir pada bulan Januari 2027.
Darline Graham (62) merupakan satu-satunya saudara kandung mendiang senator tersebut.
Sebagai sosok baru di dunia politik yang memiliki pengalaman bekerja dengan penyandang disabilitas, ia dipandang oleh banyak analis hanya sebagai pengganti sementara hingga para pemilih menentukan kandidat yang lebih berpengalaman.
Sebagai pengganti, Darline mendapat dukungan dari Presiden AS Donald Trump dan senator South Carolina lainnya, Tim Scott, sebelum penunjukan dilakukan.
Gubernur South Carolina Henry McMaster menyatakan pada tanggal 13 Juli bahwa ia telah meminta Darline Graham untuk mengisi kursi saudaranya tak lama setelah sang senator meninggal dunia.
(lsi)