LANGIT7.ID-, Teheran - Media Iran mengklaim bahwa setidaknya ada 13 negara telah menarik diri ataupun menurunkan tingkat perwakilan mereka dari acara pemakaman Pemimpin Tertinggi Iran
Ayatollah Ali Khamenei. Hal ini diduga ada kaitannya dengan kampanye diplomatik yang diluncurkan
Amerika Serikat.
Menurut laporan media
Iran, Amerika Serikat dikabarkan meluncurkan kampanye diplomatik untuk mencegah berbagai negara menghadiri upacara pemakaman mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa upaya itu menyebabkan setidaknya 13 negara membatalkan kehadiran mereka atau mengirimkan delegasi tingkat rendah.
Melansir dari
First Pos, Rabu (9/7/2026), tuduhan media Iran tersebut belum diverifikasi secara independen.
Selain itu, mengutip sumber senior, kantor berita Iran Tasnim melaporkan bahwa Washington meningkatkan upaya diplomatik pada hari-hari menjelang pemakaman tersebut guna mengurangi partisipasi pihak asing.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengeluarkan instruksi rahasia kepada kedutaan besar dan misi diplomatik Amerika pada tanggal 26 Juni, yang mengarahkan para diplomat untuk menggunakan "segala cara yang tersedia" guna mencegah pemerintah negara tuan rumah menghadiri upacara tersebut.
Baca juga: Daftar Kepala Negara yang Hadiri Pemakaman Ali Khamenei, Apakah Indonesia Termasuk?Dalam laporan itu juga menyatakan bahwa partisipasi dalam pemakaman itu akan dipandang sebagai "tindakan tidak bersahabat", dan ini bisa berdampak negatif terhadap hubungan bilateral dengan Washington.
Dugaan Tekanan Terhadap Pemerintah AsingMengutip dua diplomat Arab yang tidak disebutkan namanya, laporan itu menyebutkan bahwa para duta besar AS di beberapa negara Afrika memperingatkan bahwa menghadiri pemakaman tersebut dapat berujung pada pengurangan bantuan pembangunan dari Amerika.
Laporan itu juga menyebutkan bahwa Rubio secara pribadi membahas masalah ini dengan rekan-rekannya di setidaknya lima negara Arab.
Menurut laporan tersebut, setidaknya terdapat 13 negara termasuk; tiga negara dari Eropa Timur, lima dari Afrika, dua negara Arab di Teluk Persia, dan dua negara besar di Asia Timur. Mereka membatalkan partisipasi atau menurunkan tingkat perwakilan mereka menyusul adanya dugaan tekanan dari AS.
Laporan Tasnim berdasarkan sebuah sumber, dikutip dari India Times, sejumlah negara dikabarkan berupaya membenarkan ketidakhadiran mereka melalui saluran diplomatik atau menyampaikan penjelasan lewat perantara serta perwakilan mereka di Jenewa dan New York.
Baca juga: Megawati Sampaikan Ucapan Duka untuk Ali Khamenei, Videonya Ditayangkan di Televisi IranSementara itu, negara-negara lain berupaya mengirimkan perwakilan tingkat rendah, namun langkah tersebut tidak diterima oleh pihak berwenang Iran.
Ketegangan Regional Masih TinggiBulan lalu, AS dan Iran menyepakati nota kesepahaman 14 poin yang bertujuan mengakhiri permusuhan dan membuka kesempatan selama 60 hari untuk pembicaraan teknis, termasuk pembahasan mengenai Selat Hormuz dan program nuklir Iran.
Setelah wafatnya Ali Khamenei, putranya, Mojtaba Khamenei, ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru.
Menurut laporan, Mojtaba diperkirakan tidak akan menghadiri rangkaian upacara pemakaman selama enam hari tersebut karena alasan keamanan, di tengah situasi yang oleh media Iran digambarkan sebagai ancaman pembunuhan yang terus berlanjut dari pihak Israel.
Upacara Pemakaman KhameneiRangkaian upacara pemakaman Khamenei yang dimulai pada hari Sabtu di Imam Khomeini Grand Musalla, Teheran itu masih berlangsung dan akan berakhir dengan pemakaman Khamenei di kampung halamannya, Mashhad, pada tanggal 9 Juli.
Baca juga: Menlu Sugiono dan Ketua MPR Rencananya Akan Hadir Pada Pemakaman Ali KhameneiSalat jenazah untuk umum bagi Khamenei dan empat anggota keluarganya dilaksanakan di Teheran pada hari Minggu sebagai bagian dari rangkaian upacara perpisahan yang berlangsung selama beberapa hari.
Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan AS-Israel pada tanggal 28 Februari, sebuah peristiwa yang memicu konflik lebih luas di Asia Barat.
(lsi)