Qatar mengecam keras serangan terhadap kapal tanker UEA di Selat Hormuz. Kepada Iran, Qatar menegaskan untuk segera menghentikan praktik apa pun yang merusak keamanan regional.
Harga minyak dikabarkan kembali naik. Kontrak berjangka minyak mentah Brent menguat lima persen hingga mencapai USD87,49 per barel. Ini merupakan level tertinggi sejak 12 Juni 2026.
Dewan Keamanan PBB menggelar sidang darurat membahas eskalasi konflik Yaman, dugaan dukungan Iran kepada Houthi, serta serangan rudal ke Arab Saudi yang memicu kekhawatiran keamanan kawasan.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Minggu (12/7) mengatakan, telah menguasai Selat Hormuz dan selat tersebut tetap terbuka meskipun angkatan laut Iran menyatakan sebaliknya. Namun bukti di lapangan menunjukkan klaim AS tersebut adalah palsu.
Intervensi yang dilakukan Amerika Serikat di Selat Hormuz telah membahayakan keamanan energi global, diantaranya terkait pasokan minyak dan gas dunia. Iran menekankan akan terus menjalani kedaulatannya atas jalur air strategis tersebut, dengan kekuatan penuh.
Konflik AS-Iran kembali memanas setelah saling melancarkan serangan. Ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia, sementara Iran mengklaim menyerang pangkalan militer AS dan kapal tanker.
Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran, saat prosesi pemakaman. Menanggapi serangan AS itu, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyatakan bahwa Selat Hormuz ditutup hingga pemberitahuan lebih lanjut.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menegaskan bahwa tidak ada kekuatan asing yang memiliki peran di Selat Hormuz. Peringatan keras juga berlaku terhadap setiap campur tangan baru Amerika Serikat (AS).
Lalu lintas kapal di Selat Hormuz turun drastis di tengah memanasnya konflik AS-Iran. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap pasokan energi global dan stabilitas harga minyak.
Sedikitnya delapan personel Angkatan Darat dan Angkatan Laut Iran dilaporkan tewas akibat serangan udara Amerika Serikat yang terjadi pada Rabu (8/7/2026).
Kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik disambut positif oleh banyak negara dunia. Sejumlah pemimpin internasional berharap langkah ini membuka jalan menuju perdamaian Timur Tengah, stabilitas energi global, dan keamanan Selat Hormuz.
Amerika Serikat dan Iran dikabarkan semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik selama tiga bulan. Perjanjian itu mencakup isu program nuklir Iran, pembukaan Selat Hormuz, hingga pelonggaran sanksi ekonomi.