LANGIT7.ID-, Jakarta - - Kisah calon mahasiswa
Universitas Pertahanan (Unhan), Asma Wafa Andina, menjadi sorotan setelah memilih mundur meski telah dinyatakan lulus seleksi tingkat pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Unhan Tahun Akademik 2026/2027.
Wafa yang merupakan calon mahasiswa
Program S-1 Kedokteran memutuskan untuk mengundurkan diri karena tidak bersedia
melepas hijab selama menjalani pendidikan di kampur militer itu.
Baca juga: MUI Minta RS Medistra Jelaskan Info Penerimaan Tenaga Medis Dikaitkan Bersedia Lepas HijabPengakuan Wafa diunggah ulang oleh akun Threads @surani_ningsih. Dalam unggahannya, ia menyebut tidak mengetahui adanya peraturan yang mewajibkan kadet putri melepas hijab selama menjalani pendidikan di Unhan.
Berawal dari Proses SeleksiWafa menceritakan pengalaman tersebut setelah mengikuti rangkaian seleksi PMB Unhan TA 2026/2027.
Menurut dia, aturan resmi dalam poster dan pengumuman PMB Unhan masih memberikan fasilitas bagi peserta perempuan yang mengenakan hijab selama mengikuti tahapan seleksi.
Namun, menurut pengakuannya, situasi yang ia temui ketika mengikuti seleksi tingkat pusat di Bogor berbeda.
"Hijabers memang diberi kesempatan dan difasilitasi selama mengikuti tes, tetapi tidak diberi pilihan setelah dinyatakan lulus menjadi mahasiswa. Pilihan yang ada bagi kami hanya lepas atau mundur, saya memilih opsi kedua," tulis Wafa dalam unggahannya, dikutip Sabtu (22/8/2026).
Asma mengaku pertama kali mendapat informasi mengenai kewajiban melepas hijab saat mengikuti wawancara akademik pada 7 Juni 2026.
Dalam unggahannya, ia menyebut calon kadet perempuan berhijab ditanya mengenai kesediaan melepas jilbab apabila dinyatakan lolos dan melanjutkan pendidikan di Unhan.
Baca juga: Respons Atalia Praratya Soal Paksaan Lepas Jilbab Paskibraka: Aturan Macam Apa Ini?Persoalan tersebut kemudian kembali dipertanyakan Wafa ketika akan menandatangani kontrak pendidikan pada 24 Juni 2026.
Ia mengaku tidak menemukan ketentuan secara spesifik mengenai kewajiban melepas hijab dalam dokumen perjanjian yang diterimanya.
"Mengenai aturan lepas jilbab apakah ada aturan tertulisnya? Karena saya lihat di surat perjanjian tidak ada poin spesifik yang menyebutkan," tulis Wafa.
Menurutnya, pengarahan mengenai kewajiban melepas hijab juga disebut kembali disampaikan dalam sejumlah pengarahan dan kegiatan di Mess Srikandi.
Kondisi tersebut membuat Asma harus mengambil keputusan setelah melalui proses seleksi selama beberapa bulan.
Meski telah dinyatakan lolos seleksi tingkat pusat, ia akhirnya memilih mengundurkan diri karena tidak bersedia melepas hijab.
Unggahan Asma Wafa Andina pun memicu polemik di media sosial. Publik mempertanyakan dasar aturan mengenai penggunaan hijab bagi calon kadet perempuan di Unhan, terutama karena Wafa mengaku tidak menemukan ketentuan tersebut dalam dokumen resmi yang diterimanya.
(est)