LANGIT7.ID-, Iran - Proses pemakaman
Ayatollah Ali Khamenei telah selesai. Mantan Pemimpin Tertinggi Iran itu dimakamkan di tempat kelahirannya, Mashhad,
Iran. Para pelayat yang berada di lokasi tampak meluapkan emosi mereka sambil melontarkan seruan revolusioner.
Para pelayat yang mengenakan pakaian hitam berdesak-desakan di belakang, melambaikan bendera Iran, foto-foto almarhum Khamenei, dan plakat merah dengan slogan-slogan revolusioner.
Mereka juga meneriakkan slogan-slogan yang menuntut pembalasan terhadap
Presiden AS Donald Trump atas perannya dalam pembunuhan tersebut.
"Demi darah Pemimpin Tertinggi, Trump, kami akan membunuhmu," teriak mereka. Sementara para perempuan mengangkat poster bertuliskan "Bunuh Trump". Sebagaimana melansir
AlJazeera, Sabtu( 11/7/2026).
Mengutip Mehr News, bahkan ada poster sayembara hadir di tengah kerumunan para pelayat. Pada poster tersebut terpajang wajah Trump dan diiringi tulisan yang intinya siapapun yang bisa targetkan Donald Trump akan langsung mendapat hadiah sekira Rp180 miliar, dan ini belum termasuk hadiag-hadiah lainnya.
Sementara itu, pada tahap akhir prosesi pemakaman, kerumunan massa begitu padat sehingga truk pengangkut jenazah Khamenei tidak dapat melintas. Akibatnya, peti jenazah Khamenei dibawa menggunakan helikopter ke kompleks makam Imam Reza, tempat ia berwasiat untuk dimakamkan.
Beberapa jam sebelum pemakaman Khamenei, sejumlah ledakan terdengar di wilayah sekitar Bushehr, lokasi salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir Iran, dan kota Choghadak yang terletak di dekatnya. Dmikian dilaporkan Kantor Berita Mehr. Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa tiga ledakan lainnya terdengar di kota Konarak, wilayah selatan.
Baca juga: Jejak Perjuangan Ali Khamenei Menorehkan Sejarah: Pemimpin Revolusi, Kemandirian dan Suara Bangsa TertindasNamun, Komando Pusat Amerika Serikat mengatakan kepada media Al Jazeera bahwa militer AS tidak melancarkan serangan apa pun di Iran dalam beberapa jam terakhir.
Seperti diketahui, Amerika Serikat dan Iran menandatangani kesepakatan awal pada 17 Juni yang bertujuan menghentikan pertempuran sementara kedua belah pihak merundingkan kesepakatan untuk mengakhiri perang secara permanen.
Namun faktanya, gencatan senjata tersebut hanya dipatuhi sebagian, dengan kedua belah pihak saling melancarkan serangan dalam beberapa kesempatan.
Setelah Iran menyerang tiga kapal tanker di Selat Hormuz yang memiliki posisi strategis penting pada hari Selasa (7/7) lalu, pasukan AS menyerang sejumlah target di Iran selama dua malam berturut-turut.
Baca juga: Tak Tampak di Pemakaman Sang Ayah, Keberadaan Mojtaba Khamenei Masih MisteriTerkait serangan AS tersebut, Trump menyatakan dalam pertemuan puncak para pemimpin NATO di Ankara pada hari Rabu bahwa kesepakatan gencatan senjata itu telah berakhir.
"Menurut saya, ini sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan lagi dengan mereka; mereka itu sampah... mereka dipimpin oleh orang-orang sakit jiwa dan mereka adalah orang-orang yang kejam serta penuh kekerasan," ujar Trump.
"Ada yang tidak beres dengan mereka. Mereka gila. Bagi saya, ini sudah berakhir," tambahnya.
Ali Khamenei tewas dalam serangan gabungan AS-Israel pada 28 Februari 2026. Prosesi pemakaman mendiang Khamenei digelar pada 3-9 Juli di berbagai lokasi, termasuk Irak. Pemakaman dilakukan pada Jumat, 10 Juli pagi waktu setempat.
Baca juga: Menlu Sugiono dan Rombongan Tiba di Iran, Temui Menlu Iran Abbas Araghchi(lsi)