Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 18 September 2026
home global news detail berita

Di Tengah Konflik, Amerika Izinkan Delegasi Iran Hadiri Pertemuan PBB di New York

lusi mahgriefie Jum'at, 18 September 2026 - 08:11 WIB
Di Tengah Konflik, Amerika Izinkan Delegasi Iran Hadiri Pertemuan PBB di New York
Presiden Iran Masoud Pezeshkian (kiri) dan PBB dan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres. Foto: Modern Diplomacy
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Pemerintah Amerika Serikat (AS) telah memberikan visa kepada para pejabat Iran agar mereka dapat menghadiri Sidang Majelis Umum PBB di New York, pekan depan. Hal ini menjadi sorotan mengingat terjadi di tengah konflik antara kedua negara yang kini telah memasuki bulan ketujuh.

Berdasarkan informasi yang diperoleh BBC, delegasi inti dari Iran yang diizinkan hadir yakni Presiden Iran Masoud Pezeshkian serta Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.

Seorang juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi keputusan tersebut pada hari Kamis (17/9). Dia juga menyatakan bahwa delegasi itu akan dikenai pembatasan perjalanan dan dilarang membeli produk-produk Amerika tertentu.

Langkah ini diambil di saat konflik tersebut belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir. Sejak pecah pada bulan Februari 2026, konflik ini telah memicu kenaikan harga energi global dan meluas hingga ke negara-negara tetangga.

"Sesuai dengan kewajiban kami sebagai negara tuan rumah, delegasi inti dari rezim Iran akan dapat menghadiri Pekan Tingkat Tinggi Majelis Umum PBB," ujar juru bicara Departemen Luar Negeri AS kepada BBC.

Baca juga: Iran Tegaskan Industri Nuklir Tidak Akan Hancur Akibat Sabotase

"Delegasi tersebut akan dikenai pembatasan perjalanan serta larangan pembelian barang mewah dan barang lainnya sesuai kebijakan kami. Jumlah anggota delegasi kali ini lebih sedikit dibandingkan tahun lalu."

Tahun lalu, para diplomat Iran dilarang berbelanja di toko grosir seperti Costco. Mereka juga diwajibkan meminta izin dari AS sebelum membeli barang-barang mewah, termasuk perhiasan, minuman keras, dan mobil.

Juru bicara Departemen Luar Negeri, Tommy Pigott, mengatakan bahwa AS akan mencegah para diplomat tersebut "berbelanja secara besar-besaran", di saat rakyat Iran sedang menghadapi krisis air dan listrik, "penindasan brutal", serta "lonjakan inflasi".

"Kami tidak akan membiarkan para elite rezim Iran memanfaatkan Sidang Majelis Umum PBB (UNGA) untuk berbelanja barang mewah secara besar-besaran yang dibiayai oleh penderitaan rakyat Iran, sementara rezim tersebut mengalirkan kekayaan Iran untuk mendukung proksi-proksi terorisnya," tulisnya di X, seraya memperingatkan toko-toko di New York untuk "waspada" terhadap penjualan barang kepada delegasi tersebut.

Ia tidak menyebutkan apakah AS mengetahui adanya rencana khusus dari delegasi tersebut untuk membeli barang-barang mewah.

Baca juga: Iran dan Rusia Mengecam Sanksi Ekonomi Barat Dan Mendesak Blok BRICS Memperbaiki Hubungan Ekonomi

Saat ini sidang ke-81 Majelis Umum PBB (UNGA) sedang berlangsung. Debat Umum yang menjadi agenda utama dalam acara tahunan ini dijadwalkan dimulai pada hari Selasa.

Agenda hari Selasa (22/9), akan mencakup pidato dari Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Inggris Andy Burnham, dan Presiden Prancis Emmanuel Macron.

Pidato dari para pemimpin Ukraina, Suriah, dan Iran diperkirakan akan disampaikan pada hari Rabu (23/9).

Tekanan publik dan politik terhadap Gedung Putih semakin meningkat agar konflik dengan Iran, yang bermula pada 28 Februari saat AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap negara tersebut, segera diakhiri.

Sejak perang dimulai, Iran telah berulang kali menyerang pangkalan AS dan negara-negara sekutu di kawasan Teluk, serta Israel.

BBC baru-baru ini mengetahui bahwa AS menolak memberikan visa kepada Presiden Palestina Mahmoud Abbas dan delegasi Palestina untuk menghadiri Sidang Majelis Umum PBB (UNGA).

Gedung Putih, yang tidak mengakui legitimasi delegasi Palestina, menolak memberikan visa kepada mereka untuk tahun kedua berturut-turut. (*/lsi/bbc)

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 18 September 2026
Imsak
04:20
Shubuh
04:30
Dhuhur
11:50
Ashar
15:02
Maghrib
17:53
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan