LANGIT7.ID-, Teheran - Ketua Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran memperingatkan bahwa
Amerika Serikat (AS) pada akhirnya akan diusir.
Menurutnya, pengusiran tidak hanya dari Iran tetapi juga dari negara-negara yang menampung "pangkalan teroris" Amerika. Sebagaimana melansir Tasnim, media resmi Iran, Kamis (6/8/2026).
Dalam sebuah unggahan di akun X miliknya, Ebrahim Azizi memperingatkan bahwa AS pada akhirnya akan dipaksa keluar dari kawasan tersebut.
"Tidak lama lagi akan tiba saatnya kalian diusir, tidak hanya dari kawasan ini, tetapi juga dari semua negara yang saat ini menampung pangkalan teroris kalian," tulisnya ditujukan kepada pihak Amerika.
Baca juga: Presiden Iran Tepis Rumor Pengunduran Diri dan Tegaskan Tak Berkonflik dengan Mojtaba Khamenei"Itu akan menjadi hari di mana kalian terpaksa mengalihkan seluruh sumber daya yang selama ini digunakan untuk pangkalan-pangkalan kalian demi menjamin keamanan di wilayah kalian sendiri," demikian peringatan anggota parlemen tersebut kepada AS.
Campur Tangan Presiden AS Terhadap Selat HormuzSebuah sumber terpercaya menyatakan bahwa campur tangan dan ancaman dari Presiden AS Donald Trump merupakan penyebab utama tertundanya kesepakatan antara Iran dan Oman terkait Selat Hormuz.
Dalam keterangannya kepada Sepah News, sumber tersebut menyebutkan bahwa alasan utama penundaan kesepakatan dengan Oman mengenai Selat Hormuz adalah campur tangan AS dan ancaman Trump.
"Selama campur tangan dan ancaman tindakan militer AS terhadap Iran terus berlanjut, kesepakatan tersebut akan tetap tertunda," ujar sumber itu.
Sumber tersebut menegaskan bahwa Iran tidak akan menyepakati perjanjian apa pun di bawah bayang-bayang ancaman.
Baca juga: Iran Tak Akan Biarkan Ekspor Minyak Setetes Pun Melalui Selat Hormuz Jika Amerika Melakukan IniPernyataan tersebut disampaikan di tengah berlanjutnya upaya diplomatik untuk mencapai kesepahaman antara Teheran dan Muscat mengenai kerangka kerja pelayaran baru bagi Selat Hormuz.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa perundingan tersebut berfokus pada pembentukan jalur pelayaran yang aman sembari tetap menjaga hak-hak berdaulat serta kepentingan keamanan Iran maupun Oman.
Para pejabat Iran berulang kali menegaskan bahwa setiap pengaturan terkait navigasi di Selat Hormuz harus sepenuhnya menghormati hak-hak berdaulat dan kepentingan keamanan nasional negara tersebut, sembari menekankan bahwa tidak akan ada kesepakatan yang dicapai selama Amerika Serikat terus melanjutkan kebijakan tekanan dan ancaman militernya.
(lsi)