LANGIT7.ID-, Teheran - Angkatan bersenjata Iran menyatakan dengan tegas bahwa tidak akan membiarkan ekspor minyak, bahkan satu tetes pun, melalui Selat Hormuz apabila Amerika Serikat (AS) melakukan hal-hal sebagai berikut.
Ancaman dari Iran itu berlaku apabila AS merealisasikan rencana menyerang infrastruktur Iran, demikian peringatan yang disampaikan oleh Markas Besar Pusat Khatam al-Anbia, melansir media pemerintah Iran, Tasnim, Jumat (24/7/2026).
"Presiden Amerika yang nakal, kriminal, dan pembunuh anak-anak itu sekali lagi telah mengancam Iran dengan menyatakan akan menargetkan infrastruktur negara tersebut," demikian pernyataan komando militer tertinggi itu, kemarin.
"Jika ancaman Amerika tersebut dilaksanakan, angkatan bersenjata Republik Islam Iran tidak akan membiarkan ekspor minyak, bahkan satu tetes pun, dan infrastruktur minyak, gas, listrik, serta ekonomi di kawasan tersebut akan menjadi sasaran," tegas pernyataan itu.
Baca juga: Biaya Perang AS di Iran Membengkak, Pentagon Ungkap Sudah Tembus US$37,5 MiliarPernyataan itu menambahkan bahwa ancaman berulang dari Amerika tidak akan menghasilkan apa pun, selain penyebaran perang di kawasan tersebut dan bahkan di luarnya.
Tak hanya itu, pernyataan tersebut sekaligus menekankan bahwa Selat Hormuz tetap tertutup dan jika sebuah kapal akan melewati selat tersebut, kapal itu hanya boleh berlayar di sepanjang rute yang telah ditentukan dan sesuai dengan pengaturan yang telah diumumkan sebelumnya.
Baca juga: Klaim Palsu Amerika Soal Selat Hormuz Terkuak, Iran Tegaskan AS Melanggar MoUPada Rabu (22/7), sebuah sumber militer mengatakan kepada Tasnim bahwa Iran akan menanggapi serangan terhadap setiap jembatan atau pembangkit listrik dengan menyerang beberapa infrastruktur dan fasilitas energi di kawasan tersebut.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump dalam sebuah unggahan di media sosial mengancam bahwa setiap kali Iran menyerang kapal di Selat Hormuz maka Amerika akan melakukan serangan balik. "Amerika Serikat akan membom dan menghancurkan satu jembatan atau pembangkit listrik (di Iran)," tulis Trump. (*/lsi/tasnimnews)
(lsi)