LANGIT7.ID-Jakarta; Perusahaan pelayaran nasional Arab Saudi, Bahri, mengonfirmasi salah satu kapalnya, SIDR, terlibat insiden keamanan saat melintas di Selat Hormuz pada awal pekan ini. Dua awak kapal asal Filipina tewas dalam insiden tersebut.
Dalam pernyataannya pada Rabu, Bahri menyebut insiden terjadi pada Senin sekitar pukul 23.40 waktu setempat.
“Dengan kesedihan yang mendalam, Bahri mengonfirmasi kehilangan dua pelaut Filipina akibat insiden tersebut,” demikian bunyi pernyataan perusahaan.
Bahri juga menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada “keluarga, orang-orang terkasih, dan rekan kerja” kedua korban. Perusahaan memastikan akan memberikan dukungan kepada keluarga dan rekan kerja yang terdampak.
Bahri mengatakan pihaknya masih berkomunikasi dengan kapal tersebut dan berkoordinasi erat dengan otoritas terkait serta para pemangku kepentingan di industri maritim. Perusahaan juga menyatakan terus “memantau perkembangan” situasi.
“Keselamatan dan kesejahteraan seluruh orang Bahri tetap menjadi prioritas tertinggi, dan perusahaan tetap berkomitmen untuk beroperasi sesuai dengan standar tertinggi dalam keselamatan, keamanan, dan perlindungan lingkungan,” lanjut pernyataan tersebut.
Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pasokan energi terpenting di dunia. Jalur perairan tersebut menjadi lintasan sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) global.
Iran disebut telah berulang kali menyerang kapal-kapal komersial yang melintasi jalur tersebut sebagai respons terhadap serangan Amerika Serikat dan Israel ke wilayahnya yang dimulai pada Februari.
(lam)