LANGIT7.ID-Jakarta; Pasukan Amerika Serikat (AS) menyerang dua peluncur milik Iran di Pulau Larak, Minggu, setelah pasukan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) terpantau bersiap meluncurkan roket yang membawa ranjau laut ke kawasan Selat Hormuz.
Seorang pejabat AS mengatakan kepada Al Arabiya English, serangan tersebut dilakukan setelah pasukan AS mendeteksi persiapan peluncuran ranjau laut yang berpotensi mengancam jalur pelayaran internasional di selat strategis tersebut.
Pejabat itu mengatakan Komando Pusat AS (CENTCOM) telah menyelesaikan operasi pembersihan ranjau laut dari jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz pada pekan lalu.
“Pasukan AS terus memantau kawasan tersebut secara ketat dan tetap siap melindungi kelancaran arus perdagangan melalui jalur perairan penting ini,” ujar pejabat tersebut.
Sementara itu, IRGC menyatakan serangan AS ke Pulau Larak pada Minggu menewaskan dan melukai sejumlah anggota pasukan serta warga sipil Iran. IRGC juga berjanji akan merespons dan menghukum pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
IRGC tidak memberikan angka pasti mengenai jumlah korban.
Pernyataan IRGC kembali menegaskan bahwa serangan tersebut menyebabkan sejumlah tentara dan warga Iran tewas maupun terluka. Tehran disebut akan memberikan “respons dan hukuman” atas serangan itu.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump mengatakan seluruh ranjau laut di perairan internasional Selat Hormuz telah diledakkan atau disingkirkan. Trump juga menyatakan Iran telah diperingatkan bahwa setiap kapal atau perahu yang kembali memasang ranjau di kawasan tersebut akan dihancurkan.
Serangan terbaru ini menjadi salah satu serangan AS terhadap Iran yang diketahui sejak akhir Juli. Dalam beberapa pekan terakhir, perang Iran dilaporkan mengalami kebuntuan, sementara Washington mengancam akan menjatuhkan sanksi berat terhadap negara-negara yang memberikan dukungan kepada Iran.
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Iran kemudian membalas dengan melancarkan serangan ke Israel dan sejumlah negara tetangga.
Perang Iran kini telah berlangsung lebih dari enam bulan.
Serangkaian serangan AS dan Israel terhadap Iran, serta serangan Israel ke Lebanon, telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan lainnya mengungsi. Sebanyak 18 personel militer AS dilaporkan tewas dalam konflik tersebut.
Konflik ini juga menyebabkan Selat Hormuz mengalami blokade. Sebelum perang pecah, jalur perairan tersebut menjadi salah satu jalur energi terpenting dunia, dengan sekitar seperlima konsumsi minyak global melintas melalui Selat Hormuz.
(lam)