Konflik AS-Iran kembali memanas setelah saling melancarkan serangan. Ketegangan di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak dunia, sementara Iran mengklaim menyerang pangkalan militer AS dan kapal tanker.
Pakistan mendesak Amerika Serikat dan Iran menahan diri setelah konflik kembali memanas. Islamabad menyerukan diplomasi demi menjaga stabilitas kawasan Timur Tengah.
Iran mengaku meluncurkan drone serang ke target di Qatar, Kuwait, dan Bahrain sebagai respons atas serangan terbaru AS. Simak perkembangan terbaru konflik Timur Tengah dan pernyataan resmi militer Iran.
Iran memasuki babak baru usai perang dengan AS dan Israel. Kepemimpinan baru, peluang diplomasi, serta masa depan Timur Tengah menjadi sorotan di tengah gencatan senjata yang masih rapuh.
Kesepakatan AS-Iran mencakup pembentukan dana investasi swasta senilai US300 miliar untuk mendukung rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran, termasuk sektor energi, logistik, manufaktur, dan infrastruktur.
Kesepakatan awal antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri konflik disambut positif oleh banyak negara dunia. Sejumlah pemimpin internasional berharap langkah ini membuka jalan menuju perdamaian Timur Tengah, stabilitas energi global, dan keamanan Selat Hormuz.
Amerika Serikat dan Iran dikabarkan semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik selama tiga bulan. Perjanjian itu mencakup isu program nuklir Iran, pembukaan Selat Hormuz, hingga pelonggaran sanksi ekonomi.
Donald Trump mengklaim kesepakatan untuk mengakhiri konflik AS-Iran sudah dekat meski serangan militer dan ketegangan di Timur Tengah masih berlangsung. Prospek perdamaian ini langsung memicu penurunan harga minyak dunia dan perhatian negara-negara besar.
Iran memperingatkan gencatan senjata dengan Amerika Serikat nyaris tak bermakna setelah gelombang serangan terbaru di Timur Tengah. Eskalasi konflik memicu serangan balasan, ancaman penutupan Selat Hormuz, serta kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan dan pasar energi global.
Konflik Amerika Serikat dan Iran kembali memanas setelah saling melancarkan serangan di Timur Tengah. Ketegangan di Selat Hormuz, serangan rudal, hingga lonjakan harga minyak dunia memicu kekhawatiran runtuhnya gencatan senjata yang disepakati sejak April 2026.
Iran mengangkat narasi sejarah perlawanan saat dunia menanti potensi kesepakatan dengan AS, usai pernyataan Donald Trump soal akhir konflik dan isu Selat Hormuz.
MUI menyiapkan diplomasi berlapis dan crisis center untuk mendorong pembebasan aktivis kemanusiaan yang diculik Israel, termasuk sembilan WNI dalam misi menuju Gaza.
Pertemuan BRICS di India berakhir tanpa pernyataan bersama akibat perbedaan pandangan soal perang Iran. Ketegangan internal blok negara berkembang makin terlihat.