LANGIT7.ID-, Teheran -
Presiden AS Donald Trump meluapkan kekesalannya terhadap Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, karena dianggap telah memberi info menyesatkan terkait stok persenjataan
Amerika yang menipis selama perang melawan
Iran.
Demikian dilaporkan The Washington Post pada hari Rabu, mengutip sumber-sumber di pemerintahan AS, melansir dari media pemerintah Iran, Tasnim, Jumat (7/8/2026).
Menurut surat kabar tersebut, di sela-sela rapat kabinet pada 31 Juli di Camp David, tempat peristirahatan presiden di Maryland, dekat Washington, Trump menuntut Hegseth menjelaskan "mengapa ia tampaknya telah disesatkan mengenai kelangkaan ekstrem amunisi yang kini mengancam akan membatasi opsi militer terkait Iran."
Menurut laporan tersebut, Trump meluapkan kekesalannya kepada Hegseth karena ia mengira masalah pasokan amunisi telah teratasi.
Surat kabar itu menekankan, seperti dilaporkan TASS, bahwa kekurangan rudal jarak jauh dan rudal pencegat pertahanan udara merupakan salah satu alasan Trump memutuskan untuk tidak melancarkan serangan besar-besaran tambahan terhadap Iran.
Baca juga: Anggota Parlemen Iran Peringatkan Amerika Akan Diusir Banyak NegaraLaporan tersebut menyebutkan bahwa Amerika Serikat telah menggunakan lebih dari 850 rudal jelajah Tomahawk serta lebih dari 1.000 rudal pencegat THAAD dan Patriot pada minggu-minggu awal konflik dengan Iran.
Sementara itu, stok rudal ATACMS telah "terkuras habis hingga praktis tidak tersisa sama sekali."
The Washington Post menegaskan bahwa menipisnya persediaan ini berdampak tidak hanya bagi Timur Tengah, tetapi juga bagi Ukraina, yang kini "kehabisan sistem pertahanan udara" dan memiliki sedikit pilihan untuk mengisi kembali persediaannya dari stok negara-negara Barat.
Surat kabar tersebut menyatakan bahwa perselisihan antara Trump dan Hegseth mencerminkan "meningkatnya rasa frustrasi" presiden AS terhadap kepala Pentagon itu.
Menurut sumber-sumber surat kabar tersebut, Hegseth menyalahkan Wakil Menteri Pertahanan Stephen Feinberg, baik atas kekurangan amunisi maupun kegagalan dalam memastikan Trump mendapat informasi lengkap mengenai hal tersebut.
Surat kabar itu juga mengutip Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt dan juru bicara utama Pentagon Sean Parnell, yang menepis keterangan sumber-sumber tersebut sebagai informasi yang tidak benar.
Baca juga: Presiden Iran Tepis Rumor Pengunduran Diri dan Tegaskan Tak Berkonflik dengan Mojtaba KhameneiPada tanggal 5 Agustus, Hegseth menyatakan di platform X bahwa laporan CNN yang menyebutkan stok amunisi vital Pentagon telah merosot ke tingkat yang sangat rendah adalah tidak akurat.
Associated Press melaporkan pada akhir Juli bahwa Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine telah memberi tahu Trump secara langsung bahwa inventaris rudal saat ini membatasi pilihan Washington untuk melakukan eskalasi lebih lanjut terhadap Teheran.
Sebelumnya, Trump membantah laporan yang menyebutkan bahwa kekurangan amunisi, termasuk kurangnya rudal pertahanan udara, turut memengaruhi keputusannya untuk tidak melanjutkan permusuhan berskala penuh terhadap Iran.
(lsi)