LANGIT7.ID-, Teheran - Kini giliran Ukraina yang kena semprot Iran dan minta pertanggungjawaban. Menteri Luar Negeri Iran,
Abbas Araqchi menyatakan tidak menerima pembelaan diri
Ukraina yang menyebut serangan terhadap kapal komersial Iran sebagai tindakan yang tidak disengaja.
Ia pun mendesak pemerintah
Ukraina untuk secara tegas mengakui tanggung jawab atas tindakan kriminal tersebut.
Abbas Araqchi menyampaikan hal ini dalam percakapan telepon dengan Kepala Kebijakan Luar Negeri Uni Eropa, Kaja Kallas, di mana kedua belah pihak membahas perkembangan terkini terkait
Selat Hormuz. Melansir media resmi Iran, Tasnim, Kamis (30/7/2026).
Araqchi memaparkan posisi dan pertimbangan Iran mengenai situasi kawasan saat ini, termasuk konsultasi yang sedang berlangsung dengan Kesultanan Oman.
Menteri Luar Negeri Iran juga menolak pernyataan "intervensionis" Uni Eropa mengenai pejabat Prancis yang terlibat dalam pelanggaran di Teheran, dengan mengatakan bahwa dukungan Uni Eropa terhadap perilaku buruk personel Prancis yang bertugas di kedutaan negara mereka di Teheran bertentangan dengan ketentuan Konvensi Wina 1961 tentang Hubungan Diplomatik.
Baca juga: Iran Melawan Balik AS di Tengah Serangan Regional yang MemanasMerujuk pada percakapan teleponnya baru-baru ini dengan Menteri Luar Negeri Ukraina, di mana Kiev bersikeras bahwa serangan terhadap kapal Iran itu tidak disengaja, Araqchi mengatakan klaim tersebut tidak dapat diterima mengingat pengakuan eksplisit Presiden Ukraina tentang tanggung jawab atas serangan terhadap kapal dagang Iran tersebut.
Ia menegaskan bahwa pemerintah Ukraina harus secara eksplisit mengakui tanggung jawab atas tindakan ilegal dan kriminal yang mengakibatkan gugurnya serta cederanya warga negara Iran, serta kerusakan pada kapal komersial Iran.
Sebelumnya, Iran memanggil kuasa usaha Ukraina di Teheran untuk memprotes serangan militer kriminal terhadap kapal komersial Iran di Laut Kaspia yang menewaskan seorang pelaut Iran dan melukai beberapa lainnya.
Dalam pertemuan tersebut, para pejabat Iran menyatakan bahwa serangan itu melanggar Piagam PBB, merupakan tindakan agresi, serta mengancam keamanan seluruh negara pesisir Laut Kaspia; mereka juga menuntut agar Kiev dimintai pertanggungjawaban dan mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab.
Kementerian Luar Negeri Iran juga mengecam keras serangan tersebut, dengan menyatakan bahwa tindakan itu melanggar Pasal 2(4) Piagam PBB serta memperingatkan bahwa pengakuan pihak pimpinan Ukraina atas serangan itu menunjukkan berlanjutnya sikap bermusuhan Kiev terhadap Iran.
Baca juga: Iran Tak Akan Biarkan Ekspor Minyak Setetes Pun Melalui Selat Hormuz Jika Amerika Melakukan Ini(lsi)