LANGIT7.ID, Jakarta - Mayoritas umat Islam di Indonesia merayakan peringatan maulid Nabi Muhammad SAW hari ini, Sabtu (8/10/2022). Maulid merupakan momen penting untuk mengingat dan mempelajari sejarah hidup Rasulullah SAW.
Peringatan maulid nabi tidak hanya dirayakan masyarakat umum. Namun, berbagai
pesantren di Tanah Air juga memeriahkan momen ini dengan berbagai perayaan.Berikut beberapa keseruan perayaan maulid nabi di beberapa
pesantren:
1. Hadirkan Dakwah dan Wayang
![Ragam Perayaan Maulid di Pesantren, Tabligh Akbar hingga Dakwah Wayang]()
Pondok Pesantren Al-Ihsan menggelar peringatan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW di halaman Ponpes Al-Ihsan, Cibiru hilir, Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Acara tersebut mengusung tema “Menjadi Generasi Zillenial yang Meneladani Akhlakul Karimah Nabi Muhammad SAW. Acara ini diikuti kurang lebih 475 santri serta masyarakat dari sekitar pesantren.
Peringatan maulid nabi itu merupakan salah satu program kerja Kementerian Agama Organisasi Santri Pesantren Al-Ihsan (OSPAI). Acara dikemas dalam Tabligh Akbar dengan menghadirkan Dakwah Dakwah dan Wayang (Daway).
Baca Juga: 7 Tradisi Maulid Nabi di berbagai Negara, dari Eropa hingga Afrika
Acara maulid nabi ini terdiri dari dua rangkaian acara dengan esensi berbeda. Pertama, acara nonformal dengan acara inti pembacaan sirah nabawiyah. Kedua, mahalul qiyam untuk mengingat kembali sejarah kelahiran dan perjuangan Nabi Muhammad dalam menyebarkan ajaran Islam.
Mengutip laman resmi NU, kitab yang dibaca yakni kitab Al-Barzanji. Kemudian, acara formal diisi dengan ceramah dari mubaligh Ustadz Ramdan Juniarsyah dengan tim Daway.
2. Tabligh Akbar

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW juga digelar di Pondok Pesantren Hidayaturrahman Kalinilam di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Media-media lokal menulis, acara maulid di pesantren ini dihadiri langsung Wakil Bupati Ketapang, Farhan.
Acara maulid nabi di pesantren ini diisi dengan ceramah keagamaan bersama Al Habib Ali bin Husein As-Segaf, pimpinan Majelis Dzikir Nurul Habib Jakarta. Hadir pula Wakil Gubernur Kalbar, Ria Norsan.
Farhan menyebut, maulid nabi menjadi momenting penting bagi umat Islam untuk meneladani dan mengikuti sunnah-sunnah Rasulullah.
Baca Juga: Pesan Muhammadiyah di Momen Maulid Nabi: Teladani Rasulullah Jayakan Peradaban
“Mudah-mudahan kita semua diberi keberkahan, dan Kabupaten Ketapang bisa kita bangun dengan semangat ukhuwah islamiyah,” kata Farhan.
3. Santri Rayakan Maulid Nabi Bersama Polisi

Kapolres Ketapang Polda Kalbar, AKBP Yani Permana, bersama pejabat utama Polres Ketapang berbaur bersama santri Pondok Pesantren Yayasan Darul Fadhillah di Kecamatan Ketapang, Kalbar untuk memperingati maulid Nabi Muhammad SAW.
Kapolres Ketapang didampingi Kabag Sumda Kompol Hariono, Kabag Log Kompol Joko Sarwono, Kabag Ren AKP Jumadi, Kasat Binmas AKP H. Sulardi, KAsar Samapta AKP Muhammad Jayeng, Kapolsek Benua Kayong IPTU Sumadinata serta anggota Polres Ketapang.
Kehadiran para polisi ini disambut hangat oleh Pimpinan Ponpes Yayasan Darul Fadhillah, Syekh Muhammad Quddus, dan seluruh santri di ponpes itu. AKBP Yani ingin menjadi momen Maulid Nabi sebagai momentum mendekatkan polisi dengan tokoh agama serta elemen pondok pesantren lainnya.
Baca Juga: Ustadz Adi Hidayat: Indonesia Alami Krisis dalam Ber-Muhammadiyah
“Alhamdulillah, Bapak yani, Kapolres kita hadir di tengah-tengah kita bersama bapak-bapak pejabat utama Polres Ketapang. Ini menggambarkan bahwa Polri kita selalu dekat dengan pondok pesantren dan dengan para santri serta selalu menjaga silaturahmi bersama seluruh lapisan masyarakat,” kata Syekh Quddus, dikutip Media Cyber Bhayangkara.
4. Maulid Diwarnai Lomba Festival Anak Sholeh
Pondok Pesantren Penghafal Al-Qur’an (PPPA) Raudhatul Jannah, Bantul, Yogyakarta mengadakan Lomba Festival Anak Sholeh dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.
Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih, mengatakan, festival anak itu merupakan ikhtiar mengenalkan anak-anak kepada Rasulullah SAW. Selain itu, kegiatan itu menjadi ikhtiar untuk menguatkan kualitas pendidikan anak-anak, terkhusus sikap toleransi atas perbedaan dan sikap sportifitas.
Baca Juga: Rahasia Besar di Balik Nama Ahmad dan Muhammad
“Festival Anak Sholeh ini tidak hanya sekadar mencari pemenang, tetapi lebih dari itu untuk membangkitkan potensi dan kreativitas anak serta juga dijadikan sebagai wahana mengekspresikan kepribadian anak sebagai anak Indonesia yang sholeh dan sholehah, anak Indonesia yang menjadi dambaan orang tua, bangsa, negara, dan agama,” kata Halim, dikutip krjogja.
(jqf)