Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 01 September 2026
home sosok muslim detail berita

Rahasia Besar di Balik Nama Ahmad dan Muhammad

Muhajirin Sabtu, 08 Oktober 2022 - 13:30 WIB
Rahasia Besar di Balik Nama Ahmad dan Muhammad
Kaligrafi Ahmad dan Muhammad (foto: redbubble.com)
LANGIT7.ID, Surakarta - Mubaligh Persyarikatan Muhammadiyah, Ustadz Adi Hidayat (UAH), menjelaskan makna di Balik nama Ahmad dan Muhammad. Dua nama itu merupakan nama nabi terakhir yakni Rasulullah Muhammad SAW.

Ahmad dan Muhammad merupakan representasi hablun minallah dan hablun minannas, yakni hubungan manusia dengan Allah dan hubungan manusia antarsesama manusia. Konsep ini merupakan inti ajaran Islam agar tercipta kehidupan yang damai penuh kedamaian.

Prinsip itu pula yang menjadi inti dari dakwah Muhammadiyah. Muhammadiyah merupakan sebuah ormas Islam terbesar di Tanah Air yang didirikan oleh zuriah Rasulullah SAW, yakni KH Ahmad Dahlan.

Baca Juga: Mencintai Rasulullah SAW Bagian dari Akidah Seorang Muslim

“KH Ahmad Dahlan yang mendirikan Muhammadiyah adalah keturunan langsung yang tersambung kepada Rasulullah. Karena itu kita mengenal kader persyarikatan yang diwakafkan, amal salehnya, pengabdiannya, tapi wakaf itu tidak mengharuskan kita lupa kepada induknya,” kata UAH dalam Tabligh Akbar Semarak Muktamar 48 Muhammadiyah ‘Aisyiyah, di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Solo, Sabtu (8/10/2022).

Rahasia di Balik Nama Ahmad

Ahmad merupakan bentuk superlatif dari Hamid. Orang Arab tidak pernah menyebutkan kata Hamid kecuali kepada sosok yang tinggi nilai spiritualnya, sehingga tinggi tingkat pemujiaannya kepada Allah Ta’ala.

UAH mencontohkan orang yang rajin shalat, mulai shalat wajib sampai yang sunnah. Orang Arab akan menjuluki orang itu dengan kata Hamid. Akan tetapi, jika kekhusyuan meningkat, rajin shalat pun rajin berinfak, bersedekah, membaca Al-Qur’an, berdzikir, dan beramal saleh maka dijuluki Ahmad.

Nabi Isa AS ketika menginformasikan nabi terakhir tidak menyebut nama Muhammad, tapi menggunakan nama Ahmad. Nabi Isa ingin memberikan kesan bahwa nabi terakhir adalah sosok yang tidak bisa ditandingi nabi dan rasul sebelumnya.

Baca Juga: Wajib Mengenal Rasulullah SAW sebagai Bukti Cinta Padanya

“Nabi terakhir yang datang setelah saya ini (kata Nabi Isa), sosok yang tidak bisa ditandingi oleh nabi dan rasul sebelumnya, khususnya dalam tingkat penghambaan kepada Allah Ta’’la. Tidak bisa disaingi,” kata UAH.

Kala itu viral bahwa Nabi Isa adalah nabi terakhir. Itu karena melekat satu sifat mulia Nabi Muhammad kepadanya, yakni sifat kasih sayang. Namun, Isa membantah dengan menyebut nabi terakhir adalah Ahmad, sosok yang sangat tinggi nilai spiritualnya.

Pengalaman Aisyah ketika tiduran di samping Nabi Muhammad. Malam-malam terbangun karena tangannya menyenggol kaki nabi. Lalu melihat kaki nabi sudah bengkak-bengkak. Begitu salam ditanya Aisyah, “Ya Rasulullah, kenapa masih shalat sampai kaki bengkak? Bukankah engkau sosok yang Sudah dijamin dengan surga.”

“Apakah boleh aku mensyukuri semua nikmat yang Allah anugerahkan kepadaku ini?” Jawab Nabi Muhammad.

Atas dasar itu, Nabi Isa AS tidak menamai beliau dengan nama Muhammad, tapi menyebutnya dengan Ahmad. Itu untuk memberikan kesan nabi terakhir adalah yang paling hebat dan paling tinggi maqomnya di hadapan Allah. Ahmad merupakan representasi hablun minallah.

Rahasia di Balik Nama Muhammad

Kata Muhammad berasal dari kata Mahmud. Mahmud adalah bentuk tunggal, sementara Muhammad adalah bentuk superlatif. Tidak disebutkan di dalam bahasa Arab kata mahmud kecuali menunjuk kepada sosok yang tinggi nilai sosialnya.

Baca Juga: Rekomendasi Sirah Nabawi untuk Mengenang Perjuangan Rasulullah SAW

“Jadi, kalau Ahmad hubungannya hablun minallah (vertikal), mahmud sifatnya hablun minannas (sosial). Ada orang yang rajin berbagi, itu mahmud. Ada orang yang toleran sifatnya, itu mahmud. Ada orang yang suka menyatu dengan orang lain untuk mengerjakan kebaikan, itu mahmud,” kata UAH.

Jika semua sifat-sifat sosial terakumulasi pada satu sosok, maka pada saat itulah dijuluki sebagai Muhammad. Jadi, Nabi Muhammad adalah sosok manusia yang paling tinggi sifat sosialnya. Beliau senang berbagi dan sangat toleran kepada sesama manusia.

“Dari nama mahmud menjadi Muhamamad,” jelas UAH.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 01 September 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:56
Isya
19:05
Lihat Selengkapnya
right-3 (Desktop - langit7.id)
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan