LANGIT7.ID - Sirah Nabawiyah merupakan buku sejarah hidup Rasulullah SAW. Kitab-kitab sejarah yang ditulis oleh ulama sekaligus sejarawan muslim memudahkan umat Islam untuk mengetahui rentetan peristiwa dalam perjalanan hidup Rasulullah SAW.
Ada banyak manfaat saat membaca sirah nabawiyah. Tentu manfaat paling utama menumbuhkan rasa cinta dalam hati kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Membaca sirah nabawiyah seolah menyaksikan perjalanan hidup dan perjuangan nabi Muhammad 14 abad lalu.
Nah, berikut ini rekomendasi kitab sirah nabawiyah yang cocok untuk menemani waktu senggang kita:
1. Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam
![Rekomendasi Sirah Nabawi untuk Mengenang Perjuangan Rasulullah SAW]()
Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam termasuk referensi tertua sirah nabawiyah yang telah ditemukan selama ini. Dalam kajian sejarah, sumber yang paling otoritatif adalah yang paling dekat dengan peristiwa sejarah. Maka itu, Sirah Ibnu Hisyam sangat otoritatif untuk dirujuk.
Baca Juga: Ragam Kitab Maulid yang Biasa Dibaca di Momen Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Selain itu, kelebihan lain dari buku ini adalah penyebutan riwayat ketika mengutip pandangan Tabiin dan kawan-kawan. Kitab ini aslinya ditulis oleh Ibnu Ishaq (152 H.) yang disunting oleh Ibnu Hisyam (213/218 H.) dan kemudian dikenal dengan Sirah Ibnu Hisyam.
2. Rahiqul Makhtum karya Syekh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri
Al-Rahiq al-Makhtum merupakan karya Syekh Shafiyurrahman al-Mubarakfuri dari India. Buku ini ditulis dengan bahasa yang mudah dipahami dan pembahasannya cukup lengkap dan jelas.
Buku ini sangat terkenal karena telah memenangkan kompetisi karya tulis puisi kenabian yang diadakan oleh Rabithah al-'Alam al-Islami (Liga Muslim Dunia) pada tahun 1396 H/1976 M
Buku ini telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa termasuk Indonesia. Judul buku ini sendiri terinspirasi dari salah satu kutipan QS. Al-Mutaffifin: 25 yang merupakan nama salah satu jenis minuman di surga.
Baca Juga: Ar-Rahiqul Makhtum, Rekomendasi Sirah Nabawiyah Terbaik untuk Pemula
3. Fiqh Sirah karya Syekh Said Ramadhan Al-Buthi
![Rekomendasi Sirah Nabawi untuk Mengenang Perjuangan Rasulullah SAW]()
Judul lengkap kitab ini adalah
Fiqhus Sirah an-Nabawiyah ma'a mujazin Li Tarikhil Khilafah Ar-Rasyidah. Kitab fikih sirah nabawiyah ini dikarang oleh seorang pemikir dan sastrawan ulung dari Suriah, Syekh Muhammad Said Ramadhan Al-Buthi.
Pada umumnya kitab-kitab sejarah lebih memprioritaskan penjelasan terkait kejadian-kejadian historis, pelaku sejarah, dan waktu terjadinya. Kitab Fiqhus Sirah ini lebih menekankan pada pengetahuan terkait pelajaran, prinsip, serta hukum-hukum yang terkandung dalam pribadi sang Nabi Muhammad SAW.
Latar belakang penulisan buku ini ditengarai banyaknya penulis sirah nabawiyah semata-mata dari sisi kemanusiaan dan keistimewaan Rasulullah dengan cara yang sama, sama seperti ketika membahas tokoh-tokoh penting dalam sejarah.
Maka itu, Syekh al-Buthi menulis buku itu menggunakan metodologi ilmiah yang seharusnya diikuti dalam penyusunan kitab sejarah dengan menyertakan perbandingan dengan beberapa metodologi yang lain.
Baca Juga: Benarkah Materi Peperangan dalam Sejarah Islam Ajarkan Radikalisme?
Semua itu dijelaskan dalam pendahuluan kitab yang berjudul Sirah Nabi; Perkembangan Kajiannya dan Cara Memahaminya di Zaman Sekarang. Pada bagian mukadimah kitab, beliau menjelaskan secara detail dan lugas, tujuan mempelajari dan memahami Sirah Nabawi tidak hanya sekadar mengetahui dan mencermati pelbagai peristiwa sejarah, juga bukan semata-mata meriwayatkan aneka kisah dan kejadian yang dianggap orisinil.
4. Sirah Nabawiyah karya Syekh Mustafa Assiba'i
![Rekomendasi Sirah Nabawi untuk Mengenang Perjuangan Rasulullah SAW]()
Syekh Mustafa as-Siba'i adalah intelektual, akademisi, pejuang, serta politikus andal dari Suriah. Karier akademisnya cemerlang. Ia pernah menjadi dekan Fakultas fikih Islam dan Sekolah Hukum di Universitas Damaskus pada 1940.
Salah satu karangan Syekh Musthafa as-Siba'i adalah Sirah Nabawiyah yang melahirkan sejarah Rasulullah mulai dari lahir hingga wafat. Syekh Mustafa mengambil refrensi dari Al-Qur’an, hadits sahih, puisi Arab di zaman kerasulan, dan kitab-kitab sirah terdahulu.
Pada bagian pertama, Syekh Mustafa Assiba’i membahas kehidupan Muhammad sebelum diutus menjadi nabi dan rasul. Bagian kedua, saat Muhammad menerima wahyu sampai sahabat hijrah ke Habasyah.
Baca Juga: Rekomendasi Film Sejarah Nabi Muhammad, Cocok untuk Hiburan Akhir Pekan di Bulan MaulidKetiga, pembahasan tentang setelah hijrah ke Habasyah sampai hijrah ke Madinah. Keempat, kehidupan Rasulullah setelah hijrah ke Madinah. Kelima, Syekh Mustafa Assiba’i membahas tentang perang Nabi Muhammad SAW.
Kitab itu ditutup dengan peristiwa penting setelah penaklukan Mekkah sampai Rasulullah wafat.
5. Sejarah Hidup Muhammad karya Husein Haikal
![Rekomendasi Sirah Nabawi untuk Mengenang Perjuangan Rasulullah SAW]()
Salah satu buku yang tentang sejarah Nabi Muhammad yang paling populer di Indonesia adalah “
Hayatu Muhammad” karya Husein Haikal. Buku ini pertama kali diterbitkan pada 1935 dalam Bahasa Arab, di Mesir.
Saat penerbitan edisi kedua atau ketiga, buku itu diberi kata pengantar oleh Syaikh Musthafa Al-Maraghi, Rektor Magnificus Universitas Al-Azhar, Kairo. Syaikh Al-Maraghi adalah ulama tafsir murid dari Muhammad Abduh.
Menurut almarhum Buya Hamka, tak lama setelah penerbitan buku ini, para penulis Islam di seluruh dunia menjadikan Hayatu Muhammad sebagai pedoman.
Baca Juga: Benarkah Nabi Muhammad SAW Sama Sekali Tidak Bisa Membaca dan Menulis?“Dengan tampilnya Husain Haekal membawa gayanya yang baru, membicarakan sejarah Nabi Muhammad SAW dengan penuh cinta dan penyelidikan, dan membandingkan juga suguhan-suguhan yang dikemukakan orientalis-orientalis itu, angkatan muda Islam mendapatkan tameng baru untuk mempertahankan agamanya.” kata Hamka saat memberi sambutan atas terbitnya buku terjemahan ke dalam Bahasa Indonesia pada Maret 1973.
5. Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad karya KH Moenawar Chalil
![Rekomendasi Sirah Nabawi untuk Mengenang Perjuangan Rasulullah SAW]()
Kelengkapan Tarikh Nabi Muhammad adalah salah satu kitab sirah nabawiyah yang ditulis oleh Ulama Indonesia yakni KH Moenawar Cholil. Dia disebut telah berhasil melahirkan karya monumental dan menjadi rujukan penting bagi umat Islam.
Dalam buku setebal tiga jilid itu, semua rincian kehidupan Rasulullah dimuat. Buku ini meliputi seluruh aspek kehidupan Nabi Muhammad SAW, baik dari segi ibadah, dakwah, akhlak, muamalah, qiyadah (kepemimpinan), maupun yang berkaitan dengan pembangunan umat yang harus diteladani.
Buku ini sangat cocok untuk menjadi referensi dalam meneladani kehidupan Rasulullah secara utuh dan menyeluruh. Banyak buku sejarah yang sudah beredar, tapi hanya memuat peristiwa yang dianggap penting, tanpa merinci peristiwa itu, sehingga pembaca sulit menangkap substansinya.
(jqf)