Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Ragam Kitab Maulid yang Biasa Dibaca di Momen Kelahiran Nabi Muhammad SAW

Muhajirin Kamis, 29 September 2022 - 21:39 WIB
Ragam Kitab Maulid yang Biasa Dibaca di Momen Kelahiran Nabi Muhammad SAW
Momen peringatan Maulid Nabi (foto: Instagram/@habibumarindonesia)
LANGIT7.ID - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini jatuh pada Jumat, 7 Oktober 2022. Mayoritas masyarakat Indonesia menggelar berbagai acara untuk memperingati maulid Nabi sesuai tradisi masing-masing.

Hal yang tak luput saat peringatan maulid Rasulullah SAW adalah pembacaan sejarah hidup Nabi Muhammad SAW. Pembacaan sejarah yang rata-rata disyairkan dan diiringi shalawat ini, bersumber dari berbagai kitab yang biasa disebut maulid yang ditulis ulama terkemuka.

Berikut kitab-kitab yang sering dibaca saat peringatan maulid Nabi Muhammad SAW:

1. Maulid Barzanji

Isnan Anshory dalam bukunya Pro Kontra Maulid Nabi menjelaskan, kitab Maulid Barzanji adalah buah karya Sayyid Ja’far bin Husain bin Muhammad al-Barzanji. Nama al-Barzanji dinisbatkan kepada kota Barzanzah yang berada di Kurdistan (sekarang Irak). Nama asli kitab tersebut adalah ‘Iqd al-Jauhar fi Mauwlid an-Nabiy al-Azhar.

Baca Juga: Maulid Barzanji, Syair Shalawat Karya Ulama Kurdi yang Populer di Nusantara

Sayyid al-Barzanji adalah seorang ulama besar keturunan Nabi Muhammad SAW. Dia lahir awal abad ke-17, tepatnya bulan Zul Hijjah 1126 H/Desember 1714 M. Selain seorang ulama, dia juga termasuk mujahidin yang memimpin perlawanan bangsa Kurdi terhadap kolonial Inggris.

Dalam perlawanan itu, buku karangannya menjadi populer, karena dibacakan pada saat perang. Hal serupa pernah dilakukan Shalahuddin al-Ayyubi untuk membangkitkan semangat jihad tentara Islam dalam perang Salib dengan menyenandungkan kisah hidup Rasulullah.

Kitab Maulid Barzanji merupakan kitab sastra yang mengulas semua aspek kehidupan Nabi Muhammad SAW. Sayyid al-Barzanji menulis kitab itu atas dasar kecintaan kepada baginda Nabi Muhammad SAW. Dari syair itu, dia berharap seluruh umat Islam meneladani keagungan dan kepribadian Rasulullah.

2. Maulid Diba’

Kitab Maulid ad-Diba’ sering dicetak dan dibukukan bersamaan dengan kitab Syaroful Anam, di samping juga dicetak dengan kitab al-Barzanzi.

Buku ini dikarang oleh Imam Wajihuddin Abdurrahman bin Muhammad ad-Diba’i yang berasal dari Kota Zabid, salah satu kota di Yaman.

Baca Juga: Asal Mula Maulid Nabi, Dipopulerkan Salahuddin Al Ayubi untuk Membebaskan Al Aqsha

Imam Wajihuddin Abdurrahman termasuk ulama yang produktif dalam menulis. Ini terbukti dengan banyaknya karya yang beliau tulis, baik di bidang hadits atau sejarah.

Karya beliau yang paling terkenal adalah syair-syair sanjungan (madah) atas Nabi Muhammad SAW yang terkenal dengan sebutan Maulid Diba’i, Qurratul’uyun yang membahas seputar Yaman, kitab Mi’raj, Taisirul Ushul, Bughyatul Mustafiq, Mishbah al-Misykat, Tamyiz at-Thib min al-Khabis, dan beberapa bait syair.

3. Qasidah Burdah

Qasidah Burdah ditulis oleh Imam al-Bushiri. Nama lengkap beliau adalah Muhammad bin Sa’id bin Himad bin Abdullah as-Shanhaji al-Bushiri al-Mishri. Dia lahir di desa Dalas, salah satu desa Bani Yusuf di dataran tinggi Mesir pada 609 H.

Qasidah Burdah merupakan salah syair yang sangat masyhur di Indonesia. Syair itu berisi puji-pujian kepada Nabi Muhammad SAW, pesan moral, nilai spiritual, dan semangat perjuangan.

Baca Juga: Sejarah Shalawat Burdah: Ditulis Imam Busyiri saat Lumpuh, Sembuh Setelah Bermimpi Jumpa Nabi

Qasidah Burdah ini sering dibaca saat memperingati maulid Nabi Muhammad SAW. Qasidah Burdah juga sering menjadi bacaan rutin di pondok pesantren dan di tengah masyarakat.

Kecintaan Imam al-Bushiri kepada Rasulullah SAW sangat tampak dalam syair-syair Qasidah Burdah.

Di dalamnya tidak hanya menjelaskan cara meningkatkan spiritual dan moral, tapi juga mengajarkan hakikat cinta yang sebenarnya kepada Rasulullah SAW. Qasidah itu juga berisi pengakuan tentang pentingnya syafaat Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak.

4. Maulid Simtudduror

Maulid simtudduror adalah bacaan maulid yang disusun oleh Habib Ali bin Muhammad bin Husin al-Habsyi. Beliau merupakan ulama besar yang lahir pada Jumat, 24 Syawal 1259 H di Qasam, Hadramaut.

Bacaan maulid ini juga dikenal dengan nama maulid habsyi yang merujuk pada nama pengarangnya. Secara lengkap, maulid ini memiliki judul asli Simtudduror fi akhbar maulid khairil basyar min akhlaqi wa aushaafi wa siyar.

Baca Juga: Shalawat Mansub, Ijazah Habib Sholeh Tanggul saat Hadapi Kesulitan

Namun, untuk memudahkan pelafalan, masyarakat biasa menyebutnya dengan maulid simtudduror saja. Karangan ini merupakan bentuk risalah Kecil yang berisi maulid Nabi Muhammad SAW.

Isinya memuat tentang kisah Rasulullah dari lahir hingga wafat. Selain itu, maulid ini juga berisi untaian mutiara sifat-sifat Rasulullah yang mulia. Maulid simtudduror tersebar luas di Seiwun hingga ke seluruh Yaman dan Hadhramaut. Bahkan, maulid ini tersebar pula ke beberapa negeri lain yang jauh seperti Afrika dan Indonesia.

5. Addhiyaul Lami’

Maulid Ad Dhiyaul Lami' merupakan salah satu kitab maulid yang populer di Indonesia. Kitab maulid ini biasa dibaca dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad yang dilaksanakan pada 12 Rabiul Awal. Adh-Dhiyaul Lami' sendiri artinya cahaya yang terang-benderang.

Maulid Ad Dhiyaul Lami' bisa dibilang merupakan kitab maulid kontemporer sebab ditulis di era modern. Syair maulid ini digubah oleh Al Musnid Al A'rif Billah Habib Umar bin Muhammad bin Salim bin Hafidz bin Syaikh Abubakar bin Salim atau akrab dikenal sebagai Habib Umar bin Hafidz. Habib Umar yang ahli dalam bidang bahasa dan sastra menulis maulid ini pada 1994 di Hadramaut, Yaman.

Baca Juga: Maulid Ad Dhiyaul Lami', Maulid Kontemporer yang Filosofis dan Digandrungi Pemuda

Syair-syair di dalamnya mengandung filosofi angka-angka yang bertaut dengan sejarah Nabi. Misalnya, syair pembukanya berjumlah 12 bait yang melambangkan kelahiran Rasulullah pada 12 Rabiul Awwal. Lalu alinea pertamanya dipadu dari tiga surat, yaitu Al Fath, At Taubah, dan Al Ahzab.

Tiga surat tersebut melambangkan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW,yaitu bulan ketiga dalam penanggalan hijriah. Bila menghitung baitnya mulai alinea pertama hingga Mahalul Qiyam, jumlahnya 63 yang melambangkan usia Rasulullah.

Maulid Ad Dhiyaul Lami'
penuh dengan seluruh sejarah Rasulullah dari masa lahir, tanggal lahir, bulan, tahun, jumlah peperangan, perjuangan di Makkah, dakwah di Madinah, jumlah Ahlul Badr yang wafat, tahun perang Badr, tanggal, bulan, juga ratusan sejarah lain yang terjadi di masa Rasulullah.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)