Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Kamis, 21 Mei 2026
home lifestyle muslim detail berita

Ketua Dewan Pengawas Inkopontren Kiai Said Aqil Siradj: Nabi Diperlihatkan Manusia Tubuh Besar Tapi Wajahnya Berlubang Tanpa Daging, Siapa Itu?

tim langit 7 Kamis, 21 Mei 2026 - 21:23 WIB
Ketua Dewan Pengawas Inkopontren Kiai Said Aqil Siradj: Nabi Diperlihatkan Manusia Tubuh Besar Tapi Wajahnya Berlubang Tanpa Daging, Siapa Itu?
LANGIT7.ID-Jakarta; Ketua Dewan Pengawas Inkopontren (Induk Koperasi Pondok Pesantren), Prof. KH. Said Aqil Siradj, mengkritik sebagian umat Islam yang dinilai masih memiliki mentalitas miskin dan gemar meminta-minta.

Menurut ulama yang akrab disapa Kiai Said tersebut, ajaran Islam justru mendorong umatnya menjadi kelompok "tangan di atas" (pemberi) melalui kemandirian ekonomi dan penguasaan ilmu pengetahuan.

Ia meluruskan kesalahpahaman sebagian masyarakat yang menganggap harta atau urusan duniawi sebagai sesuatu yang kotor. Kiai Said menjelaskan, Alquran menggunakan redaksi positif untuk menggambarkan materi.

"Harta itu, Alquran meredaksikannya sebagai khayr (kebaikan). Tidak pernah Alquran mengatakan harta itu jelek. Manusia sangat mencintai khayr, yaitu uang. Jadi Alquran selalu mengatakan uang itu khayr, artinya baik," ujar Kiai Said dalam acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Inkopontren di Gedung Smesco, Pancoran, Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2026).

Ia menegaskan, yang menjadi masalah bukanlah dunia itu sendiri, melainkan penyakit hati berupa kecintaan berlebihan terhadap dunia (wahn) dan sifat kikir.

Kiai Said juga mengingatkan sebuah riwayat Isra Mikraj, di mana Nabi Muhammad SAW diperlihatkan sosok manusia bertubuh besar namun wajahnya bolong tanpa daging.

"Nabi kaget lalu bertanya siapa itu? Dijawab, itu adalah umatmu yang rajin bikin 'komproposal' (mengajukan proposal/meminta-minta). Upayakan kita ini jadi musyahid (saksi/pemberi) terus, jangan jadi penerima terus," sentilnya.

Lebih lanjut, ia menyayangkan jika saat ini masih ada masyarakat yang tidak memiliki kapasitas namun memiliki sifat kikir. "Wali bukan, kaya tidak, melainkan pelit. Itu sempurna banget kelakuannya," cetus Kiai Said yang disambut tawa peserta.

Dalam paparannya, Kiai Said membagi kehidupan dalam dua dimensi: sunatullah (hukum sebab-akibat) dan takdir Allah. Ia menegaskan umat Islam tidak boleh bermalas-malasan lalu menjadikan takdir sebagai kambing hitam kegagalan.

"Jika ingin lulus ujian harus belajar, dan jika ingin kaya harus bekerja keras secara profesional. Ikhtiar mati-matian itulah yang dinilai sebagai ibadah dan memiliki pahala di sisi Allah. Setelah ikhtiar maksimal, barulah hasilnya diserahkan kepada takdir," tegasnya.

Kiai Said memberikan target moral agar umat Islam bangkit dari ketertinggalan ekonomi dan kepemimpinan. "Kita harus menjadi pemimpin di atas, tidak boleh di bawah. Menang itu wajib, kalah itu dosa. Jangan sampai kamu mati meninggalkan anak yang melarat. Usahakan kamu mati meninggalkan anak yang sejahtera," ujarnya.

Ia mencontohkan perjuangan Islam sejak zaman Rasulullah SAW yang ditopang para saudagar kaya raya seperti Usman bin Affan, Sa'ad bin Abi Waqqas, dan Abdurrahman bin Auf. Demikian pula sejarah berdirinya Nahdlatul Ulama (NU) di berbagai daerah pada era 1930-an yang digerakkan dengan uang pribadi para kiai saudagar, tanpa ketergantungan pada pihak luar.(*/saf/mui)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Kamis 21 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)