Perjalanan kekuasaan Islam dari kesalehan khulafaur rasyidin menuju sistem kerajaan yang menutup pintu musyawarah, memicu gerakan oposisi batin yang melahirkan tasawuf di tengah kemelut politik.
Qardhawi mengingatkan: hukum Allah tak cukup ditegakkan lewat kekuasaan. Tanpa kesadaran moral rakyat, syariat hanya tinggal slogan politik di panggung negara.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon menghadiri dialog MPUII di Jakarta. Ia bahas gagasan Indonesian Village Madinah, peran umat Islam, sejarah bangsa, hingga stabilitas nasional sebagai kunci pembangunan bersama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Sejak awal, Islam tegak bukan hanya di atas doa dan pedang, tapi juga kekuatan harta. Dari Utsman bin Affan hingga Abdurrahman bin Auf, sahabat Nabi menunjukkan: kaya itu wajib dijalankan sebagai dakwah.
Tak hanya di bidang filantropi. Penyimpangan itu menjalar ke dimensi ibadah. Ribuan orang kaya rela menghabiskan biaya besar untuk haji berulang atau umrah Ramadhan. Padahal kewajiban haji hanya sekali.
Momentum Idul Fitri diharapkan tidak menjadi ajang pamer kekayaan (flexing) dan perilaku hedon atau hidup mewah. Peringatan ini disampaikan Majelis Ulama Indonesia (MUI)
Di luar itu, keprihatinan muncul jika jumlah yang banyak itu tidak diimbangi dengan mutu sumber daya insani yang unggul. Tantangan saat ini adalah bagaimana membudayakan semangat maju, meningkatkan kualitas umat.
Begitu kaum Muslimin memenangkan Perang Badar, beberapa kelompok di sekitar Medinah mulai saling bermain mata dan berkomplot. Mereka mulai dihasut dan dibuatkan sajak-sajak yang sifatnya membangkitkan semangat mereka.
Wakil Ketua Majelis Pemberdayaan Masyarakat Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Risman Muchtar menekankan pentingnya tanggung jawab dakwah sebagai tugas utama umat Islam.
Wakil Presiden (Wapres) KH Maruf Amin mengingatkan para dai di wilayah regional ASEAN dalam berdakwah tetap menjaga umat agar tak terpinggirkan. Wapres minta permasalahan ini diprioritaskan.