Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home global news detail berita

Perkembangan Populasi Umat Islam di Eropa yang Perlahan Menguat

lusi mahgriefie Senin, 23 Maret 2026 - 13:20 WIB
Perkembangan Populasi Umat Islam di Eropa yang Perlahan Menguat
sumber: newarab.com
LANGIT7.ID-, Jakarta - - Populasi umat Islam di Eropa berdasarkan data terbaru pada tahun 2025, mencapai sekira 46 juta jiwa atau sekira 6% dari total populasi benua. Angka ini menunjukkan peningkatan dari semula 4,9% pada 2016, sebuah pertumbuhan yang tidak bisa lagi dianggap kecil.

Bagaimana akhirnya hingga saat ini muslim di Eropa terus berkembang ternyata dilatarbelakangi sejarah yang panjang. Diawali dari keluarga yang menyeberangi laut, anak-anak yang tumbuh di dua budaya, dan generasi baru Muslim Eropa yang lahir bukan sebagai "pendatang, tapi sebagai bagian dari tanah itu sendiri.

Salah satu titik balik penting adalah krisis pengungsi pada 2015-2016. Saat itu, jutaan orang yang banyak di antaranya Muslim dari Suriah, Irak, dan Afghanistan menginjakkan kaki di Eropa. Dalam periode 2010-2023 saja, lebih dari 3 juta migran Muslim tiba di benua tersebut.

Bahkan sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pew Research bahwa Eropa telah mengalami gelombang masuk pencari suaka yang memecahkan rekor, yang melarikan diri dari konflik di Suriah dan negara-negara mayoritas Muslim lainnya.

Baca juga: Keserentakan MABIMS Dinilai Mencerminkan Ukhuwah Umat Islam di Asia Tenggara

Gelombang migran Muslim ini telah memicu perdebatan tentang kebijakan imigrasi dan keamanan di banyak negara dan telah menimbulkan pertanyaan tentang jumlah Muslim di Eropa saat ini dan di masa mendatang.

Jerman menjadi salah satu pintu utama dengan lebih dari 1,5 juta migran Muslim, disusul Swedia dan Inggris . Di balik angka-angka itu, ada kisah haru: keluarga yang meninggalkan perang, membawa harapan baru, dan perlahan menanamkan akar di negeri asing. Sebagaimana dilansir dari Nextbigfuture.com.

Seorang ayah dari Aleppo, misalnya, mungkin kini bekerja sebagai sopir di Berlin. Anaknya berbicara bahasa Jerman lebih fasih daripada bahasa Arab. Di rumah, mereka masih menjaga tradisi ramadhan, salat berjamaah, dan cerita tentang kampung halaman yang kini hanya tinggal kenangan.

Migrasi memang menyumbang sekira 50-60% dari pertumbuhan populasi Muslim di Eropa. Sisanya datang dari sesuatu yang lebih alami yaitu kehidupan itu sendiri.

Generasi Baru: Lahir, Tumbuh, dan Mengubah Wajah Demografi

Di sebuah rumah sakit di Marseille, seorang bayi lahir. Ia mungkin akan tumbuh sebagai warga Prancis, berbicara bahasa Prancis, tapi juga belajar mengaji dari orang tuanya. Inilah wajah masa depan Eropa.

Perempuan Muslim di Eropa memiliki tingkat kesuburan sekira 2,6 anak per wanita, lebih tinggi dibandingkan non-Muslim yang sekira 1,6.

Sementara rata-rata Eropa hanya 1,5, jauh di bawah angka pengganti populasi (2,1). Artinya, tanpa migrasi dan tanpa komunitas Muslim, populasi Eropa justru cenderung menurun.

Sedangkan di Prancis, fenomena ini terasa nyata. Meski Muslim hanya sekira 9-10% dari populasi, mereka menyumbang hampir 30% dari total kelahiran . Bahkan, proyeksi menunjukkan bahwa pada tahun 2050, jumlah kelahiran Muslim bisa melampaui kelahiran warga asli Prancis.

Ini bukan sekadar angka demografi melainkan adalah perubahan struktur sosial—perlahan, tapi pasti.

Perlu dicatat bahwa Eropa tidak homogen dalam hal ini. Sebaran Muslim berbeda-beda di tiap negara, diantaranya:

- Prancis: 6-7 juta Muslim (9-10%)
- Jerman: 5-6 juta (6-7%)
- Inggris: 4-5 juta (6-7%)
- Italia: 2-3 juta (4-5%)

Baca juga: Bahaya Mubazir: Mengapa Islam Melarang Penggunaan Kembang Api di Hari Raya Idul Fitri?

Di Inggris, komunitas Pakistan menjadi salah satu yang terbesar, mencapai sekira 1,2 juta jiwa . Mereka bukan hanya pekerja atau imigran tapi mereka adalah dokter, anggota parlemen, jurnalis, bahkan wajah publik Islam yang semakin beragam.

Masjid-masjid berdiri berdampingan dengan gereja tua. Dan tak kalah penting, restoran halal hadir di pusat kota. Dan diskusi tentang identitas, integrasi, serta keberagaman menjadi bagian dari percakapan sehari-hari.

Antara Tantangan dan Harapan

Namun perjalanan ini tidak selalu mulus. Islam di Eropa juga menghadapi tantangan: stereotip, islamofobia, hingga perdebatan soal identitas nasional. Di beberapa tempat, simbol-simbol keislaman seperti hijab menjadi perdebatan panjang.

Tetapi di sisi lain, ada juga kisah-kisah harapan.

Generasi muda Muslim Eropa kini tumbuh dengan kepercayaan diri yang berbeda. Mereka tidak lagi melihat diri sebagai "orang luar", melainkan sebagai bagian utuh dari masyarakat. Mereka adalah jembatan antara dua dunia -Islam dan Barat- yang sering kali dipertentangkan.

Perkembangan Islam di Eropa bukan cerita yang selesai dalam satu dekade. Ini adalah perjalanan panjang tentang migrasi, kelahiran, identitas, dan adaptasi.

Di jalanan Paris, Berlin, atau London, perubahan itu mungkin tidak terasa mencolok. Tapi jika diamati lebih dalam, ada sesuatu yang sedang tumbuh pelan, organik, dan tak terelakkan. Sebuah generasi baru Muslim Eropa sedang lahir.

(lsi)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)