LANGIT7.ID-, Eropa -
Suhu panas ekstrim melanda Eropa bahkan memecahkan rekor di bulan Juni ini. Fenomena tersebut pun terus memakan korban jiwa seperti yang terjadi di Spanyol dan Prancis. Pihak berwenang juga membatalkan konser dan acara publik lainnya karena risiko kesehatan.
Jerman misalnya, tercatat berada pada suhu tertinggi yaitu 41,3 derajat Celsius yang tercatat secara sementara di kota Saarbrücken di bagian barat daya, seberang perbatasan dengan Prancis.
Prancis sendiri menjadi negara yang pekan ini mengalami suhu terpanas selama tiga hari berturut-turut. Meskipun gelombang panas di Prancis telah mencapai puncaknya, Menteri Kesehatan Stéphanie Rist menyatakan bahwa munculnya kasus kematian di rumah menjadi perhatian khusus.
Juru bicara Organisasi Meteorologi Dunia (WMO), Clare Nullis, memperingatkan adanya "dampak besar" terhadap kesehatan, ekosistem, pertanian, dan sektor ketenagakerjaan, seraya mengatakan: "Sayangnya, kita harus terbiasa dengan hal ini." Melansir BBC, Sabtu (27/6/2026).
Gelombang panas mematikan yang melanda Eropa pada bulan Juni telah bergerak perlahan ke arah utara dan timur; ahli prakiraan cuaca Belgia, David Dehenauw, menyebutkan secara tidak resmi bahwa suhu 40 derajat Celsius telah tercatat di Kleine Brogel, dekat perbatasan Belanda.
Baca juga: Heatwave di Asia Tenggara Capai Rekor Tertinggi Tahun IniSuhu tertinggi sebesar 39,4 derajat Celsius tercatat di provinsi Limburg, Belanda bagian selatan. Sementara itu, di Inggris, rekor sementara bulan Juni sebesar 37,1 derajat Celsius tercatat di Cavendish, Suffolk.
Menurut perhitungan kantor berita AFP, setidaknya 150 juta orang di seluruh benua Eropa menghadapi suhu di atas 35 derajat Celsius pada hari Jumat, kemarin.
Ahli meteorologi Ceko memperkirakan rekor suhu 40,4 derajat Celsius dari tahun 2012 bisa terpecahkan pada hari Sabtu, sementara ahli prakiraan cuaca Austria meyakini rekor nasional negara itu akan terlampaui pada hari Minggu. Negara-negara Balkan juga mengalami panas ekstrem, dengan prakiraan suhu mencapai 39 derajat Celsius di Serbia selama akhir pekan.
Di Swiss, Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Beznau memutuskan kedua reaktornya dari jaringan listrik pada hari Jumat karena suhu Sungai Aare mencapai 25°C, angka yang dianggap terlalu tinggi untuk mendinginkan reaktor secara memadai.
Di berbagai wilayah Prancis, Jerman, Italia, Spanyol, dan Inggris bagian selatan, suhu mencapai 5-12°C di atas rata-rata musiman akibat sistem tekanan tinggi yang bertahan lama, demikian disampaikan oleh para ilmuwan dari World Weather Attribution pada hari Jumat.
Kelompok tersebut menemukan bahwa bulan Juni mengalami pemanasan lebih cepat dibandingkan bulan-bulan lainnya, dan di wilayah yang diteliti, gelombang panas saat ini merupakan yang paling parah yang pernah tercatat.
Baca juga: Suhu Panas di Arab Capai 45 Derajat, Jamaah Haji Diminta Hati Hati dan WaspadaPerubahan iklim memicu kenaikan suhu di seluruh dunia, namun dampaknya sangat terasa di Eropa. Menurut layanan iklim Copernicus, Eropa adalah benua dengan laju pemanasan tercepat, yakni dua kali lebih cepat dibandingkan rata-rata global.
Suhu ekstrem tersebut menyebabkan gangguan pada layanan kereta Eurostar rute Cologne-Paris; kereta yang mengangkut sekitar 400 penumpang itu mogok di sebelah timur Brussels pada Jumat pagi. Kantor berita Belga melaporkan bahwa tiga penumpang sempat dirawat di rumah sakit sebagai langkah pencegahan.
(lsi)