Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 15 Mei 2026
home global news detail berita

Suhu Panas di Arab Capai 45 Derajat, Jamaah Haji Diminta Hati Hati dan Waspada

sururi al faruq Jum'at, 15 Mei 2026 - 19:23 WIB
Suhu Panas di Arab Capai 45 Derajat, Jamaah Haji Diminta Hati Hati dan Waspada
LANGIT7.ID-Arab Saudi; Cuaca 45 derajat Celsius di Arab Saudi bukan sekadar angka panas biasa. Bagi jamaah haji asal Indonesia, suhu ekstrem ini secara langsung mengubah cara tubuh bekerja. Sistem pendingin alami tubuh, yaitu keringat, menjadi tidak efektif karena udara begitu kering dan panas sehingga keringat menguap terlalu cepat tanpa sempat mendinginkan kulit. Akibatnya, suhu inti tubuh bisa naik drastis dalam hitungan menit, memicu kerusakan sel dan kegagalan organ.

Dokter spesialis gizi klinik Dr. dr. A. Yasmin Syauki, M.Sc., Sp.GK(K), MHPE menjelaskan bahwa jamaah haji saat ini sedang menghadapi kondisi yang secara medis disebut sebagai tekanan panas ekstrem. "Tubuh kita dirancang untuk hidup di suhu nyaman 20-25 derajat. Di 45 derajat, setiap sistem dalam tubuh bekerja di luar batas amannya. Jantung berdetak lebih cepat, pembuluh darah melebar ekstrem, dan ginjal bisa kehilangan fungsi karena kekurangan cairan," katanya.

Yang paling berbahaya, menurut Yasmin, adalah rasa haus seringkali datang terlambat. Pada suhu 45 derajat, tubuh bisa kehilangan 1-2 liter cairan sebelum seseorang benar-benar merasa haus. Itu sebabnya ia merekomendasikan pola minum yang terjadwal, bukan menunggu sinyal haus. Setelah setiap makan, satu hingga dua gelas air. Di sela-sela makan, tambahan satu hingga dua gelas lagi. Dan jangan lupa buah-buahan sebagai sumber cairan tambahan yang juga memberikan elektrolit alami.

Yasmin juga mengingatkan bahwa jam paling mematikan adalah antara pukul 11.00 hingga 15.00, saat matahari berada tepat di atas kepala. Di jam-jam ini, suhu permukaan tanah bisa mencapai 60-70 derajat. Ia menyarankan jamaah untuk benar-benar menghindari berada di luar ruangan pada rentang waktu tersebut. Jika terpaksa harus keluar, masker dan kacamata menjadi alat wajib. Masker membantu melembabkan udara panas sebelum masuk ke saluran pernapasan, sementara kacamata melindungi mata dari kekeringan ekstrem dan silau yang bisa memicu sakit kepala.

Tips lain yang jarang diketahui adalah menyemprotkan air ke wajah secara berkala. Ini bukan sekadar menyegarkan, tetapi menciptakan efek pendinginan buatan saat air menguap dari permukaan kulit. Teknik sederhana ini bisa menurunkan suhu kulit beberapa derajat dan memberi waktu berharga bagi tubuh untuk beradaptasi.

Pengalaman pribadi Yasmin saat menunaikan ibadah haji tahun lalu dengan suhu serupa membuatnya memahami benar tantangan ini. "Saya merasakan sendiri panas yang menusuk hanya dalam lima menit di luar ruangan. Ini bukan soal kuat atau tidak kuat. Ini soal apakah kita mau mengubah kebiasaan dan mengakui bahwa tubuh kita sedang berada di lingkungan yang tidak bersahabat," katanya.

Pada akhirnya, bertahan di suhu 45 derajat bukanlah perkara keberanian, melainkan kepatuhan terhadap aturan fisiologis dasar. Setiap teguk air, setiap keputusan untuk berlindung di dalam ruangan, dan setiap perlindungan ekstra seperti masker dan kacamata adalah tindakan penyelamatan nyata di tengah kondisi yang menguji batas kemampuan tubuh manusia.(*/saf/himpuh)

(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 15 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)