Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 15 Mei 2026
home masjid detail berita

Urgensi Kesadaran Spiritual dan Amal Makruf dalam Pelaksanaan Ibadah Haji

miftah yusufpati Jum'at, 15 Mei 2026 - 16:26 WIB
Urgensi Kesadaran Spiritual dan Amal Makruf dalam Pelaksanaan Ibadah Haji
Ibadah haji adalah upaya untuk menyelaraskan diri dengan tujuan kehadiran manusia di pentas bumi. Ilustrasi: Gulf News
LANGIT7.ID- Negeri suci bukan sekadar destinasi bagi raga yang merindu, melainkan sebuah ruang bagi jiwa untuk berhadapan langsung dengan realitas hakikinya. Ingatlah wahai engkau yang sedang berada di sana akan besarnya dosa dan singkatnya perjalanan yang sedang ditempuh. Di tengah hamparan padang yang luas, terselip peringatan tentang hari dibagikannya buku-buku catatan amal; sebuah momen dahsyat yang digambarkan mampu membuat anak kecil menjadi beruban karena beratnya pertanggungjawaban.

Abdulmalik al-Qosim dalam risalah Risala ila Ahli Arafah wa Mudzdalifah wa Mina mengingatkan bahwa kesempatan berada di tanah haram adalah pembukaan pintu-pintu kebaikan yang luas. Saat ini, setiap jamaah sesungguhnya sedang berlibur dari segala kepenatan dan kesibukan duniawi. Jeda ini ditujukan khusus untuk berbuat ketaatan dan ibadah, sebuah momentum emas untuk menata kembali jati diri kemanusiaan yang sering kali terkikis oleh ambisi-ambisi fana.

Ibadah yang paling utama setelah dua kalimat syahadat adalah melaksanakan shalat. Menjaga pelaksanaan shalat tepat pada waktunya dan membiasakan diri datang ke masjid bersamaan dengan adzan adalah bentuk disiplin spiritual tertinggi. Pentingnya posisi shalat ini ditekankan melalui hadits muttafaqun alaih yang menyebutkan bahwa seandainya manusia tahu besarnya keutamaan panggilan adzan dan shaf pertama, niscaya mereka akan mengundinya jika itu satu-satunya cara untuk mendapatkannya.

Namun, kesalehan di tanah suci tidaklah bersifat individualistik semata. M. Quraish Shihab dalam buku Kontekstualisasi Doktrin Islam Dalam Sejarah menekankan bahwa kemanusiaan mengantar manusia menyadari arah yang dituju serta perjuangan mencapainya sebagai makhluk sosial yang harus bertenggang rasa. Hal ini berkelindan dengan prinsip amar makruf nahi munkar yang memiliki tempat agung dalam Islam. Sebagian ulama bahkan mengategorikannya sebagai rukun keenam dari rukun-rukun Islam karena kedudukannya yang sangat krusial dalam menjaga moralitas umat.

Allah Swt. mendahului penyebutan amar makruf sebelum iman dalam Al-Quran surah Ali Imran ayat 110:

كُنْتُمْ خَيْرَ اُمَّةٍ اُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللّٰهِ

Artinya: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang makruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.

Pentingnya aksi sosial-keagamaan ini juga ditegaskan dalam surah At-Taubah ayat 71, di mana perintah menyuruh pada yang makruf dan mencegah yang munkar diletakkan sebelum perintah mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Ini menunjukkan bahwa keberadaan jamaah haji di negeri suci membawa tanggung jawab kolektif untuk saling menolong dalam kebaikan dan memberi rahmat bagi sesama.

Tingkatan dalam merubah kemungkaran dimulai dari tangan, lisan, hingga hati sebagai selemah-lemahnya iman. Di musim haji, bidang garap amar makruf begitu luas; mulai dari meluruskan shaf shalat, mengingatkan orang yang lalai, hingga mengajarkan hukum bersuci dan tata cara shalat yang benar bagi mereka yang tidak tahu. Bagi kaum muslimah, peran ini mencakup pemberian edukasi mengenai jilbab, bahaya bersolek berlebihan, serta memperingatkan dari bahaya syirik dan bidah.

Pintu kebaikan lainnya adalah berdakwah kepada Allah Swt.. Menyeru kepada petunjuk atau huda menjanjikan pahala yang setara dengan pahala orang yang mengikutinya tanpa mengurangi sedikit pun hak mereka. Dakwah ini dapat dilakukan secara praktis melalui pembagian buku-buku syariat, kaset Islami, atau menunjukkan tempat-tempat pengajian yang bermanfaat.

Pada akhirnya, ibadah haji adalah upaya untuk menyelaraskan diri dengan tujuan kehadiran manusia di pentas bumi. Dengan menyadari singkatnya waktu dan besarnya tanggung jawab moral, jamaah haji diharapkan dapat mengisi setiap detik dengan ketaatan yang tulus. Ibadah haji bukan hanya tentang ritual fisik, melainkan kumpulan simbol indah yang jika diamalkan dengan benar akan mengantarkan pelakunya dalam lingkungan kemanusiaan yang benar sebagaimana dikehendaki-Nya. Mengambil peran dalam dakwah dan menjaga shalat adalah cara manusia melanjutkan evolusi ruhaninya hingga mencapai titik akhir yang mulia.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 15 Mei 2026
Imsak
04:25
Shubuh
04:35
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
18:59
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)