LANGIT7.ID-Jakarta; Pendakwah dan pendiri Cinta Quran Foundation, Ustadz Fatih Karim, membagikan kisah yang membekas dalam perjalanan hidupnya. Ia mengaku pernah kehilangan ratusan juta rupiah setelah menjadi korban penipuan oleh orang yang dikenalnya saat hendak menunaikan ibadah haji.
Kisah tersebut disampaikan Ustadz Fatih Karim saat berbicara dalam acara Rumah Sahabat BCA Syariah-Ruang Inklusif Untuk Umat, Senayan City Outdoor Area, Jakarta. Saat itu, ia menceritakan bahwa uang yang telah disiapkan untuk berangkat haji justru raib setelah dipercayakan kepada orang lain.
Ustadz Fatih mengungkapkan nilai kerugian yang dialaminya tidak sedikit. Dana yang telah disetorkan untuk keberangkatan haji mencapai ratusan juta rupiah.
"Saya ditipu haji. Ditipu. Uang saya saya sudah setorin. Tiga ratus tujuh lima juta. Ditipu sama sahabat sendiri," kata Ustadz Fatih Karim.
Peristiwa tersebut sempat menjadi ujian berat baginya. Namun, alih-alih larut dalam kekecewaan, ia memilih untuk tetap berprasangka baik kepada Allah SWT.
Menurut Ustadz Fatih, saat itu dirinya meyakini bahwa manusia bisa saja mengecewakan, tetapi Allah tidak akan meninggalkan hamba-Nya yang tetap berharap kepada-Nya.
"Tapi itu kan, Ya Allah dia boleh menipu saya Ya Allah. Tapi Engkau tidak akan pernah menipuku Ya Allah," ujarnya.
Tak lama setelah peristiwa itu, Ustadz Fatih mengaku mengalami kejadian yang tidak pernah dibayangkannya. Saat bulan Ramadan dan hanya beberapa bulan menjelang musim haji, ia menerima telepon dari seseorang yang hendak berangkat umrah.
Dalam percakapan tersebut, Ustadz Fatih mengaku hanya meminta didoakan agar suatu hari bisa menunaikan ibadah haji. Namun respons yang diterimanya justru di luar dugaan.
Orang tersebut menawarkan keberangkatan haji untuk dirinya dan sang istri secara cuma-cuma.
Ustadz Fatih mengatakan seluruh biaya perjalanan ditanggung, termasuk fasilitas premium selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
"Jadi saya dibayarin haji berdua fasilitas plus bintang lima plus. Itu setara dengan sekitar 1,5 miliar. Dan itu gratis. Gak bayar," ungkapnya.
Pengalaman itu kemudian menjadi pelajaran berharga bagi Ustadz Fatih tentang pentingnya menjaga prasangka baik dan tidak terjebak dalam kekecewaan yang berkepanjangan.
Baca juga: Diminta Ibu Berangkat Haji Dulu, Omesh Tak Menyangka yang Terjadi SetelahnyaDalam kesempatan yang sama, ia mengingatkan agar tidak mudah berburuk sangka, baik kepada sesama manusia maupun kepada Allah SWT. Menurutnya, setiap peristiwa memiliki hikmah yang terkadang baru dipahami setelah waktu berlalu.
Ustadz Fatih menilai pengalaman yang pernah dialaminya menjadi bukti bahwa kehilangan tidak selalu berakhir dengan kesedihan. Dalam beberapa keadaan, sesuatu yang hilang justru bisa digantikan dengan hal yang lebih baik dari yang pernah dibayangkan.
(lam)