LANGIT7.ID-Jakarta; Pangsa pasar penyaluran KPR subsidi nasional yang telah mencapai sekitar 24 persen menjadi pijakan PT Bank Syariah Nasional (Bank BSN) untuk memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat. Hingga akhir 2026, perseroan menargetkan penyaluran 69.636 unit rumah subsidi, lebih tinggi dibandingkan realisasi sepanjang 2025 yang mencapai 59.463 unit.
Hingga Juli 2026, Bank BSN mencatat telah menyalurkan sekitar 33.000 unit KPR subsidi. Capaian tersebut didukung kemitraan dengan lebih dari 4.000 pengembang dan lebih dari 3.000 notaris yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, capaian tersebut menjadi tanggung jawab bagi perseroan untuk terus meningkatkan layanan pembiayaan rumah.
"Saat ini BSN memegang market share sekitar 24 persen dalam penyaluran KPR subsidi. Kepercayaan ini menjadi amanah bagi kami untuk terus memperluas akses pembiayaan rumah, memperbaiki kualitas layanan, serta memastikan proses kepemilikan rumah semakin mudah dijangkau oleh masyarakat," tutur Alex dalam keterangannya, dikutip Senin (3/8/2026).
Di tengah upaya tersebut, Bank BSN juga menyalurkan pembiayaan KPR Subsidi kepada sekitar 5.100 nasabah dengan total nilai pembiayaan mencapai Rp850 miliar melalui pelaksanaan akad KPR massal yang digelar secara serentak di seluruh jaringan kantornya.
Pelaksanaan akad berlangsung melalui 37 Kantor Cabang (KC) dan 82 Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank BSN di berbagai daerah. Tiga kantor cabang utama, yakni KC Banda Aceh, KC Malang, dan KC Solo, turut terhubung secara daring dengan pusat acara.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Peluncuran Akad Massal 62.000 Unit KPR Rumah Subsidi dan Kredit Program Perumahan.
Menurut Alex, pelaksanaan akad massal merupakan bagian dari upaya memperluas akses masyarakat untuk memiliki rumah.
"Pelaksanaan akad ini merupakan momentum yang sangat besar. Angka tersebut bukan sekadar jumlah unit rumah, melainkan menggambarkan keluarga Indonesia yang memperoleh kesempatan untuk membangun kehidupan yang lebih aman, layak, dan sejahtera," ujar Alex.
Alex juga menyampaikan apresiasi kepada pihak-pihak yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
"Kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pemerintah, Kementerian PKP, dan BP Tapera."
Ia menambahkan, keterlibatan Bank BSN dalam program itu menunjukkan bahwa pembiayaan hunian berbasis syariah dapat diakses oleh berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pekerja formal, pekerja informal, hingga pelaku usaha mikro dan kecil. Target penyaluran 69.636 unit rumah subsidi hingga akhir 2026 menjadi langkah lanjutan Bank BSN dalam memperluas jangkauan pembiayaan rumah di Indonesia.
(lam)