LANGIT7.ID-, Eropa -
Gelombang panas yang melanda pada awal musim panas di
Eropa kali ini terasa ekstrem dan belum pernah terjadi sebelumnya di benua tersebut. Kepala
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut kemungkinan suhu panas ini menjadi penyebab ratusan kematian tambahan.
Rekor suhu kembali terpecahkan di seluruh benua tersebut pada hari Minggu (28/6), termasuk di
Jerman,
Polandia, dan
Republik Ceko, seiring dengan terus bergeraknya suhu ekstrem ke arah timur.
Dalam sebuah unggahan di X, Kepala
WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyatakan bahwa lebih dari 1.300 kematian tambahan telah tercatat sejak 21 Juni yang "terkait dengan suhu tinggi di Eropa".
"Stres akibat panas sering disebut sebagai 'pembunuh senyap' dan rumah, tempat kerja, serta sekolah di Eropa tidak dirancang untuk menghadapi suhu seperti ini," ujarnya, melansir BBC, Senin (29/6/2026).
Pada Minggu (28/6) pagi, kementerian kesehatan nasional Prancis menyatakan bahwa terdapat sekira 1.000 kematian lebih banyak dari perkiraan di negara tersebut sejak hari Rabu (24/6).
Baca juga: Eropa Dilanda Suhu Panas Ekstrim, Korban Jiwa Terus Bertambah dan Larangan Acara PublikMenurut badan tersebut, banyak dari tambahan kasus kematian terjadi pada kelompok usia 65 tahun ke atas, menyusul tercatatnya peningkatan sebesar 40% dalam jumlah orang yang meninggal di rumah.
"Eropa adalah benua yang mengalami pemanasan tercepat di Bumi, dengan laju pemanasan dua kali lipat dari rata-rata global," Tedros memperingatkan.
Ia menambahkan bahwa jutaan orang di seluruh benua tersebut saat ini hidup di tengah suhu panas ekstrem; ratusan orang telah meninggal, sekolah-sekolah ditutup, dan jaringan listrik kewalahan.
Berdasarkan data awal, Jerman mengalami hari terpanas sepanjang sejarah untuk kali ketiga berturut-turut pada hari Minggu, setelah suhu mencapai 41,7 derajat Celsius di wilayah timur negara itu.
Sementara itu, sebuah stasiun pemantau di Coschen, dekat perbatasan Polandia di wilayah Brandenburg timur, mencatat suhu 41,7 derajat Celsius sekira pukul 16.00 waktu setempat.
Republik Ceko mencatatkan rekor suhu kedua dalam dua hari, dengan suhu 41,1 derajat Celsius tercatat di Doksany, sebelah utara Praha, menurut lembaga meteorologi CHMI.
Baca juga: Heatwave di Asia Tenggara Capai Rekor Tertinggi Tahun IniCHMI memperkirakan suhu panas akan mencapai puncaknya pada hari Minggu, dengan prakiraan badai yang akan melanda wilayah barat nantinya.
Polandia juga memecahkan rekor suhu tertinggi sepanjang masa dengan angka 40,5 derajat Celsius di kota Slubice, sebagaimana disampaikan oleh juru bicara Institut Meteorologi dan Pengelolaan Air (IMGW) kepada kantor berita AFP pada hari Minggu. (*/lsi/bbc/afp)
(lsi)