Sejumlah negara di Eropa tengah menghadapi gelombang panas yang sangat menyiksa. Wilayah yang biasanya dikenal memiliki tingkat kepemilikan AC rendah, kini berubah menjadi keharusan memiliki AC sebagai salah satu solusi terbaik mengatasi heat wave.
Gelombang panas yang melanda pada awal musim panas di Eropa kali ini terasa ekstrem dan belum pernah terjadi sebelumnya di benua tersebut. Bahkan di Jerman dan Polandia suhu panas menembus rekor yang pernah ada yaitu 41,7 derajat Celsius.
Suhu panas ekstrim melanda Eropa bahkan memecahkan rekor di bulan Juni ini. Fenomena tersebut pun terus memakan korban jiwa seperti yang terjadi di Spanyol dan Prancis. Pihak berwenang juga membatalkan konser dan acara publik lainnya karena risiko kesehatan.
Gelombang panas (heatwave) menyerang wilayah di Asia Tenggara sejak awal April 2024. Akibatnya pemerintah dari masing-masing negara mengeluarkan peringatan kesehatan serius hingga menutup sekolah
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan fenomena gelombang panas biasanya terjadi di wilayah lintang menengah-tinggi seperti wilayah Eropa dan Amerika.
Masjid Makki di Longsight, Manchester, membuka pintu untuk memberikan perlindungan bagi masyarakat untuk beristirahat dari cuaca panas dan menikmati ruang ber-AC.
Bandara Kandla mencatat suhu maksimum tertinggi 44,8 derajat Celcius di negara bagian itu diikuti oleh Surendranagar pada 44 derajat Celcius dan Ahmedabad pada 43,1 derajat Celcius.